Dark/Light Mode

Prabowo Resmikan Pabrik Petrokimia Terbesar Di ASEAN

Indonesia Mulai Babak Baru Hilirisasi Migas

Sabtu, 8 November 2025 07:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani (kanan) dan Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin (kedua kiri) saat meresmikan Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani (kanan) dan Chairman LOTTE Group Shin Dong-bin (kedua kiri) saat meresmikan Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran pabrik petrokimia raksasa di Cilegon diyakini bakal memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Pabrik ini akan mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing industri dan membuka lapangan kerja.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik New Ethylene Project milik PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2025). Dengan nilai investasi sekitar Rp 65 triliun, fasilitas petrokimia terbesar di Asia Tenggara (ASEAN) ini menandai babak baru hilirisasi migas nasional.

Dalam sambutannya, Prabowo memuji peran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang disebutnya berhasil menuntaskan proses negosiasi panjang dengan investor Korea Selatan. “Kalau negosiasi sama orang Korea itu tidak gampang. Jadi, boleh juga kalau orang Korea kita kirim orang Papua,” ujar Prabowo disambut tawa para tamu asal Korea.

Baca juga : Pengembang Yang Nakal Kena Blacklist

Ucapan ringan itu mengisyaratkan kisah di balik proyek besar yang sempat tertunda selama lima tahun. Berkat upaya Bahlil, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Investasi, kendala lahan dan perizinan dapat diselesaikan hingga pembangunan pabrik dimulai pada 2022 dan kini resmi beroperasi.

Pabrik ini akan memproduksi etilena, propilena, dan berbagai produk turunan bernilai tinggi yang menjadi bahan baku industri plastik, kabel, dan otomotif yang selama ini masih diimpor dari luar negeri. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat mengurangi ketergantungan impor petrokimia hingga 70 persen sekaligus memperkuat industri hilir dalam negeri.

Prabowo menegaskan kehadiran investasi dan program hilirisasi dapat membantu mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini, Lotte, perusahaan salah satu terbesar di dunia, mungkin asetnya 100 miliar dolar AS dan mereka investasi di kita sebesar Rp 65 triliun. Terima kasih, saya bangga. Mudah-mudahan Saudara di sini berhasil. Kita wajib mengamankan, menjaga semuanya karena ini membawa manfaat sangat besar bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Baca juga : Mbak Titiek Puji SPPG Polri: Bersih, Higienis, Gizi Dijaga

Proyek yang mulai digagas sejak 2016 ini menghabiskan investasi sekitar Rp 62,4 triliun. Proyek ini menandai hadirnya kembali pembangunan kompleks Naphtha Cracker di Indonesia setelah sekitar 30 tahun.

Sempat mangkrak selama lima tahun, berkat inisiatif dan terobosan dari Menteri Bahlil yang kala itu menjabat sebagai Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kendala terkait proses penyediaan lahan akhirnya bisa diselesaikan. Demikian pula halnya dengan kemudahan investasi, mulai dari penyederhanaan perizinan hingga pemberian insentif yang kompetitif.

Hingga akhirnya pada April 2022 proses pembangunan pabrik berhasil dimulai dan bisa beroperasi sejak Oktober 2025. Ketika berproduksi penuh, fasilitas ini diperkirakan menghasilkan 15 produk petrokimia hilirisasi migas senilai sekitar 2 miliar dolar per tahun, terdiri atas 1,4 miliar dolar AS substitusi impor dan 600 juta dolar AS tambahan ekspor. Sehingga turut memperkuat neraca perdagangan sektor industri kimia nasional.

Baca juga : Soeharto Dan Gus Dur Pantas Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan, fasilitas ini merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pabrik akan memproduksi etilena, propilena, beserta berbagai produk turunannya, bahan baku penting bagi banyak industri domestik.

“Kalau dalam kurs sekarang sudah mencapai sekitar Rp 63–64 triliun, dan menjadikannya salah satu investasi petroleum terbesar di Asia Tenggara. Jadi proyek ini terbesar di Asia Tenggara. Mereka (Lotte) punya juga pabrik di Malaysia, tapi di sini yang paling besar,” ujar Bahlil.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.