Dark/Light Mode

LAN Minta Widyaiswara Adaptif Hadapi Tantangan Pembelajaran Multigenerasi

Sabtu, 15 November 2025 18:06 WIB
Foto: LAN.
Foto: LAN.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) per 1 September 2025 mencapai 5.359.209 orang. Dari total tersebut, Generasi Y (lahir 1977–1994) menjadi kelompok terbesar dengan porsi 57 persen.

Disusul Generasi X (1965–1976) sebesar 30 persen, Generasi Z (1995–2010) sebanyak 12 persen, dan Baby Boomers (1946–1964) yang tersisa 1 persen.

Komposisi ini menunjukkan bahwa ASN saat ini didominasi tenaga kerja usia produktif dengan masuknya generasi muda yang mulai memperbesar proporsi. Kondisi tersebut menuntut pola pembelajaran yang lebih adaptif terhadap karakter lintas generasi.

Perbedaan cara berpikir, gaya belajar, hingga preferensi teknologi membuat pengembangan kompetensi ASN tidak bisa lagi diseragamkan. Setiap widyaiswara dituntut untuk terus memperkaya pengetahuan dan metode pembelajaran multigenerasi.

Hal ini ditegaskan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Muhammad Taufiq, DEA, dalam Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama di Aula Prof. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor LAN, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Menurut Taufiq, transformasi birokrasi menuntut proses pembelajaran yang tidak bersifat “one fit for all”, melainkan adaptif terhadap kebutuhan tiap generasi.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Keselamatan Migas 2025

Ia meminta widyaiswara tidak hanya mengandalkan metode lama, tetapi juga mengembangkan pola yang sesuai bagi Generasi X, Y, dan Z.

Dengan komposisi ASN yang multigenerasi dan dinamis, pengembangan kompetensi aparatur publik menjadi semakin kompleks, tetapi sekaligus penuh peluang.

"Tanggung jawab Widyaiswara Utama bukan hanya menyampaikan materi, tetapi merancang pembelajaran yang tepat sasaran untuk Generasi X, Y, dan Z,” jelasnya.

Taufiq menambahkan, Widyaiswara Utama harus berada di garis depan merespons perubahan birokrasi, terutama dalam penyusunan kurikulum, model pembelajaran, dan inovasi metode penyampaian materi.

Ia memberi contoh pola belajar lintas generasi. Generasi X cenderung menghargai struktur, pengalaman, dan pembelajaran berbasis praktik.

Generasi Y (Milenial) lebih responsif terhadap pembelajaran kolaboratif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Sedangkan Generasi Z membutuhkan pendekatan cepat, digital, visual, dan interaktif.

Baca juga : Jadi Anggota Prabu, Siswa SMAN 72 Tegaskan Pentingnya Melawan Bullying Di Sekolah

“Pemahaman mendalam terhadap dinamika ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memperkuat kapasitas ASN dalam menjawab tantangan birokrasi modern,” tegasnya.

Taufiq berharap tujuh widyaiswara yang dikukuhkan hari ini dapat terus menjadi pilar utama peningkatan kualitas aparatur, terutama dalam mendorong birokrasi yang adaptif, profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Berikut tujuh Widyaiswara yang dikukuhkan:

1. Ir. Abdul Hakim, M.For.St. – Kementerian Kehutanan

2. Drs. Cukup Wibowo, M.M.Pd., M.Pd. – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat

3. Prof. (R) Dr. Ir. Eko Winar Irianto, M.T. – Kementerian Pekerjaan Umum

Baca juga : Pemain Malut Asal Brazil Ini Nikmati Tantangan Sepakbola Indonesia

4. Ir. Taufik Rachman, M.Si. – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

5. Dr. H. Sudrajat, M.Pd. – Kementerian Dalam Negeri

6. Drs. Suparjana, M.A. – Kementerian Dalam Negeri

7. Dr. Drs. Hariawan Bihamding, M.T. – Kementerian Dalam Negeri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.