Dark/Light Mode

Target 60 T, Baru Dapat 8 T

Purbaya Buru Pengemplang Pajak

Minggu, 16 November 2025 07:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Tedy Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Bimo mengatakan bakal mengejar penyelesaian penunggak pajak hingga akhir tahun ini. Namun, untuk realisasi akhir tahun, Bimo memperkirakan nilai pajak yang terbayar berkisar Rp 20 triliun. 

“Karena ada beberapa yang kesulitan likuiditas dan meminta restrukturisasi utangnya diperpanjang,” jelasnya. 

Misi mengejar penunggak pajak inkrah ini sebelumnya disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025 di Jakarta, Senin, 22 September lalu. Inisiatif ini merupakan salah satu strategi untuk menambal melambatnya setoran pajak. 

Baca juga : Jelang Musda Golkar Kepri, DPD Dan Ormas Dukung Anggota DPR Rizki Faisal

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mendukung upaya Purbaya memburu para pengemplang pajak. Dia pun memberikan berbagai cara agar upaya itu sukses. 

Bhima mengatakan, Purbaya bisa mulai dari mengecek data laporan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) perusahaan, laporan keuangan, dan data transaksi di bank. 

“Sebaiknya difokuskan dulu di perusahaan yang sebelumnya menerima insentif pajak misalnya di sektor nikel. Kemudian di sektor batubara dan sawit,” ujar Bhima saat dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Baca juga : Bicara Pemberian Gelar Pahlawan, Bahlil Kenang Jasa Soeharto Untuk Golkar

Selanjutnya, Purbaya bisa mengejar selisih antara laporan bea cukai dengan negara tujuan asal ekspor (under invoicing). “Celios menemukan kasus pada berbagai jenis komoditas data tidak sesuai, yang artinya ada indikasi kebocoran pajak yang besar,” ungkapnya. 

Kata Bhima, bukan menjadi hal yang mustahil untuk memberantas para pengemplang pajak. Namun, hal itu tidak mudah dilakukan, mengingat perlu kesungguhan.

“Bisa ditekan jika komitmen politiknya kuat terutama dari Presiden. Masalahnya bukan soal teknis, tapi lebih ke politik,” pungkasnya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.