Dark/Light Mode

Gelar KIM Talks, Komdigi Perkuat Konten Berkualitas

Selasa, 18 November 2025 08:13 WIB
Komdigi menggelar KIM Talks 2025 di Tangerang. (Dok. Komdigi)
Komdigi menggelar KIM Talks 2025 di Tangerang. (Dok. Komdigi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja menggelar Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Talks 2025. Tujuannya, memperkuat konten berkualitas di ruang publik.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 229,4 juta jiwa atau 80,66 persen dari populasi. Lebih dari 140 juta di antaranya merupakan pengguna yang aktif di media sosial. Kondisi ini menjadi potensi sekaligus tantangan dalam meningkatkan literasi penyebaran informasi di ranah digital. 

Ketua Tim Pengelolaan Komunikasi Strategis Pemerintah Komdigi, Hastuti Wulannningrum mengatakan, pihaknya konsisten menjalankan program literasi digital. Harapannya, membentuk kemampuan praktis dan kemandirian dalam memanfaatkan teknologi.

"Kementerian Komunikasi dan Digital, terus menjalankan program literasi digital untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat," ujarnya dalam acara KIM Talks bertema “Dari Kata ke Aksi Nyata” sebagai bagian dari rangkaian Festival KIM 2025 di Lapangan Ahmad Yani Alun-alun Kota Tangerang, Banten (15/11/2025).

Baca juga : Gelar Forum Komunikasi Sekolah Binaan, Astra Perkuat Ekosistem Pendidikan

KIM merupakan lembaga layanan publik yang dibentuk, dikelola, dan berorientasi pada masyarakat untuk layanan informasi dan pemberdayaan. KIM dibina dan dikembangkan langsung oleh Komdigi sebagai mitra strategis untuk menyebarkan informasi yang akurat termasuk menanggulangi hoaks di masyarakat.

"Peran KIM sangat relevan. KIM bukan hanya menyalurkan informasi, namun KIM adalah laboratorium kecil di tingkat desa/kelurahan tempat masyarakat belajar memilah, berdiskusi, menguji, lalu menerapkan informasi menjadi aksi nyata," terang Hastuti.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Whardani mendukung penuh kegiatan ini sebagai upaya peningkatan literasi di ranah digital terutama di kalangan Gen Z. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyimak materi pemaparan dari para narasumber tentang konten-konten edukasi yang akan memberikan aliran kebaikan. 

“Kegiatan hari ini menekankan ajakan kepada generasi Z untuk menjadi pahlawan masa kini dengan menyebarkan konten positif dan bermanfaat,” ujar Mugiya. 

Baca juga : Mardiono Intens Silaturahmi Ke Tokoh Islam, Perkuat Konsolidasi PPP

KIM Talks menghadirkan tiga narasumber inspiratif. Yakni, Ketua KIM Mojorejo Kota Batu Provinsi Jawa Timur Herwien Sidhartha, Pegiat Literasi Digital Mira Sahid, serta Kreator Konten dan Akademisi Nuris Fattahilah. Ketiganya menyampaikan materi literasi digital guna membangun masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menyikapi disinformasi.

“Strategi komunikasi terus diperbarui untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Bahwa saat ini setiap orang memiliki potensi menjadi pembuat konten, jurnalis, atau pewarta. Kondisi tersebut menjadikan komunikasi sebagai aspek penting dalam menyebarluaskan informasi yang akurat kepada publik. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk terus mengembangkan potensi tersebut,” ujar Herwien. 

Dalam kesempatan yang sama, Pegiat Literasi Digital Mira Sahid menjelaskan tentang empat pilar terkait literasi digital yang terdiri dari Cakap, Aman, Budaya, dan Etika (CABE). Melalui pendekatan literasi digital dengan pilar CABE, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih jernih dalam memanfaatkan teknologi. 

“Media sosial dipandang sebagai jendela kecil yang menampilkan identitas seseorang, sehingga masyarakat diajak untuk bersama-sama merawat ruang digital agar tetap sehat dan bermanfaat,” ungkap Mira. Mira juga menyoroti terkait tantangan perkembangan literasi digital yang belum tuntas di tengah terpaan teknologi kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) muncul secara masif. Menurutnya teknologi diciptakan bukan untuk merusak, melainkan sebagai alat yang dapat menjadi pendamping dalam aktivitas digital.

Baca juga : Paramount Enterprise Komit Perkuat pada Inovasi Berkelanjutan

Sementara itu, Kreator Konten dan Akademisi Nuris Fattahilah memandang pentingnya pendidikan sebagai faktor yang mampu memutus mata rantai kemiskinan. Ia menceritakan latar belakangnya yang berasal dari keluarga yang tidak sempurna serta tekadnya untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Dari perjalanan tersebut, Nuris ingin menginspirasi anak muda agar tidak mudah menyerah dengan keadaan.

“Pendidikan dipandang sebagai jalan yang mampu membuka peluang dan mengubah kehidupan. Kemauan yang kuat akan selalu menemukan jalan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.