Dark/Light Mode

Kukuhkan Pengurus IGABA, Wamen Fajar: Pembelajaran PAUD Harus Menyenangkan

Kamis, 20 November 2025 19:00 WIB
Wamen Fajar Riza Ul Haq saat mengukuhkan Pengurus IGABA di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2025). (Dok. Kemendikdasmen)
Wamen Fajar Riza Ul Haq saat mengukuhkan Pengurus IGABA di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (20/1/2025). (Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat ini realisasi revitalisasi sekolah dan pembagian interactive flat panel (IFP) di berbagai satuan pendidikan sedang berlangsung. Melalui program-program tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan bahwa tujuan besarnya adalah pemerataan dan perbaikan mutu pendidikan.

Hal itu disampaikan Wamen Fajar dalam pengukuhan pengurus Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jawa Tengah, pada Rabu (19/11/2025).

Wamen Fajar menuturkan ada sejumlah program prioritas Presiden Prabowo. Di antara program-program tersebut adalah revitalisasi infrastruktur pendidikan dan pembagian interactive flat panel atau TV layar besar yang masuk dalam PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat).

“Jadi, program-program prioritas Presiden Prabowo sejatinya ditujukan untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Untuk memperbaiki mutu, tentu banyak hal yang harus ditingkatkan. Banyak hal yang harus diperbaiki. Salah satunya adalah infrastruktur penunjang pembelajaran, termasuk revitalisasi sekolah,” tutur Wamen Fajar.

Program berikutnya, kata Wamen Fajar, yang kini juga sedang berjalan adalah pembagian TV interaktif digital atau interactive flat panel. Sebagian sekolah sudah menerima. Di Banyumas, sudah ada ratusan PAUD yang memperoleh IFP.

Baca juga : Gubernur Pramono Gandeng KPAI Kaji Pembatasan Akses Medsos untuk Anak

“Target Bapak Presiden, semua PAUD dan semua sekolah harus punya interactive flat panel ini,” katanya.

Wamen Fajar menyampaikan bahwa sejumlah PAUD yang telah menerima IFP kini sudah bisa menggunakannya dengan baik. Setelah mendapatkan IFP, para guru dan murid merasakan suasana belajar yang lebih menggembirakan, lebih interaktif, dan guru tidak lagi kesulitan mencari bahan pembelajaran.

Lebih lanjut, Wamen Fajar membeberkan tujuan di balik program-program seperti IFP dan revitalisasi sekolah. Tujuan besar pemerintah adalah pemerataan mutu pendidikan.

“Pak Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa tujuan besar pendidikan kita adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Karena apa? Karena masih banyak kelompok masyarakat yang belum mendapatkan pendidikan bermutu,” jelas Wamen Fajar.

“Kita ingin anak-anak kita bukan hanya asal sekolah, bukan hanya asal kuliah untuk mendapatkan ijazah. Tetapi kita ingin anak-anak kita betul-betul tumbuh kembang sebagai anak yang cerdas, berakhlak, dan sehat,” imbuhnya.

Baca juga : Meriah dan Penuh Inspirasi, Roemah Nena Gelar Kompetisi Menyanyi Lansia

Menurut Wamen Fajar, persoalan utama dunia pendidikan saat ini adalah mutu. Banyak anak yang sudah sekolah di jenjang SMP, tetapi kemampuannya setara SD. Begitu pula yang sudah SMA, tetapi kemampuannya setara SMP.

“Jadi tidak paralel antara sekolah dengan belajar. Kita harus membedakan mana sekolah, mana belajar. Sekolah itu masuk tiap hari, ada kurikulumnya, ada ruang kelasnya, dan ada waktu liburnya. Tetapi kalau belajar, tidak mengenal batas waktu,” paparnya.

“Banyak orang yang sekolah, tetapi tidak belajar. Itu yang disebut schooling without learning,” sambungnya.

Oleh karena itu, Wamen Fajar menilai perlu peningkatan mutu sehingga kualitas belajar ikut membaik. Kemendikdasmen mendorong hal tersebut melalui sejumlah kebijakan, mulai dari pembelajaran mendalam hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Di sisi lain, Wamen Fajar mendorong guru PAUD untuk mulai bergerak maju dengan mengubah model pembelajaran. Caranya ialah tidak membebani murid dengan materi berlebihan.

Baca juga : Ketahanan Pangan Jadi Fokus Pemerintah, Perhatian ke Petani Pun Meningkat

“Pendekatan pembelajaran di PAUD adalah play-based learning. Pembelajaran berbasis bermain, menggembirakan, dan interaktif,” ujarnya.

“Jangan sampai anak-anak PAUD dibebani berbagai macam materi, tetapi kemampuan kognitifnya tidak diasah dan tidak dilatih,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.