Dark/Light Mode

Penguatan SDM Industri Kunci Utama Strategi Baru Industrialisasi Nasional

Selasa, 9 Desember 2025 00:01 WIB
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)
Kepala BPSDMI Kemenperin Doddy Rahadi. (Foto: DIT/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) industri menjadi salah satu pilar utama dalam Strategi Baru Industrialisasi Nasional yang tengah disusun. 

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Doddy Rahadi dalam agenda kunjungan kerja di Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta, Senin (8/12/2025).

Doddy menjelaskan, strategi industrialisasi baru yang diinisiasi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berfokus pada empat pilar utama, dan salah satunya adalah penguatan SDM industri yang kompeten, produktif, dan mampu menjawab kebutuhan sektor industri masa depan.

Baca juga : PTPN Group Sabet Dua Penghargaan BBMA Berkat Strategi Branducation

“Ke depan industri bergerak menuju semikonduktor, artificial intelligence, industri 4.0, hingga green industry. SDM kita harus siap mengisi itu. Tidak mungkin target pertumbuhan industri terpenuhi kalau SDM-nya masih begitu-begitu saja,” ujar Doddy.

Menurutnya, pendidikan vokasi Kemenperin menjadi tulang punggung dalam menyiapkan tenaga industri yang relevan. Kurikulum harus disusun bersama industri agar link and match berjalan, kebutuhan industri terpenuhi, dan lulusan vokasi mampu langsung beradaptasi di dunia kerja.

Pada pelaksanaan Wisuda Serentak Nasional yang digelar pekan lalu, Kemenperin mencatat hampir 3.000 lulusan dari 13 politeknik. Doddy menilai angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pendidikan vokasi terhadap pasokan tenaga industri nasional.

Baca juga : Persik Kediri Tunjuk Pelatih Baru Asal Spanyol

“Kalau dilihat satu-satu kampus mungkin hanya 163 atau 200 lulusan. Tapi ketika kita gabungkan di tingkat nasional, terlihat besarnya peran vokasi Kemenperin dalam memasok SDM industri. Ini harus terus diperkuat,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, Kemenperin juga mendorong dosen vokasi melakukan magang industri agar pembelajaran tetap relevan. Selain itu, program Magang Nasional juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat transisi lulusan ke dunia kerja. Pada batch ketiga, program tersebut mencatat 104 ribu pendaftar hanya dalam dua hari.

Doddy menegaskan bahwa seluruh upaya ini disusun sebagai fondasi untuk menghadapi arah perkembangan industri global. “SDM industri harus unggul, produktif, dan bisa mengikuti tren. Pembelajaran sekarang ada di ujung jari, bahkan bisa belajar dengan AI. Jadi tidak ada alasan untuk tertinggal,” ujarnya.

Baca juga : Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Optimalisasi CNG–LNG Nasional

Ia menambahkan, penguatan SDM merupakan investasi jangka panjang agar Indonesia mampu bersaing di era industrialisasi baru dan mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.

“Strategi baru ini dirancang untuk lima tahun hingga dua puluh tahun ke depan. Kita ingin memastikan bahwa industri Indonesia punya pondasi kuat, dan pondasi itu adalah SDM-nya,” tegas Doddy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.