Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Industrinya Stabil, Insentif Otomotif 2026 Masih Dikaji
Sabtu, 29 November 2025 11:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menilai industri otomotif nasional menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada segmen kendaraan listrik. Kondisi ini membuat kebijakan insentif untuk industri otomotif tahun 2026 perlu dikaji ulang berdasarkan perkembangan terbaru.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pertumbuhan kendaraan listrik roda empat dan realisasi investasi menjadi indikator bahwa industri otomotif semakin kokoh.
Baca juga : Menperin Tancap Gas Susun Insentif Otomotif, Targetkan Kelar Awal Desember
“Kami berpendapat bahwa industri otomotif saat ini sudah cukup kuat. Hal ini dibuktikan dengan penjualan kendaraan listrik roda empat yang meningkat signifikan hingga 18,27 persen dari pangsa pasar tahun 2025, serta investasi untuk KBLBB yang mencapai Rp5,66 triliun di tahun 2025,” ujar Haryo.
Meski demikian, segmen kendaraan konvensional masih mendominasi pasar dengan porsi sekitar 80,6 persen. Pasar roda dua juga terus menunjukkan pertumbuhan, baik dari sisi permintaan domestik maupun ekspor. Menurut Haryo, perkembangan ini mencerminkan ekosistem otomotif yang stabil dan semakin kompetitif.
Baca juga : Jaga Iklim Investasi Tetap Stabil, Aspermigas Harap UU Migas Disahkan
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah menilai kebijakan yang ada bisa diarahkan lebih strategis. “Pertanyaannya, apakah masih diperlukan insentif jika suatu industri sudah cukup kuat? Kami melihat ruang kebijakan dapat dipertimbangkan untuk memperkuat sektor-sektor prioritas lain yang membutuhkan dukungan lebih besar, sembari tetap menjaga momentum positif industri otomotif,” lanjutnya.
Haryo menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada usulan resmi terkait insentif otomotif pada 2026 dari kementerian atau lembaga pembina sektor. “Saat ini kami belum ada pembahasan kembali dan belum menerima usulan insentif dari Kementerian/Lembaga pembina sektor,” katanya.
Baca juga : Industri Halal Jadi Kunci Strategi Baru Industrialisasi Nasional
Ke depan, Pemerintah akan memfokuskan arah kebijakan pada penguatan rantai nilai lokal, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, serta dukungan yang mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi nasional. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga sektor otomotif tetap menjadi pilar industri manufaktur Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya