Dark/Light Mode

KDM Sebut Alih Fungsi Lahan Bikin Banjir Bandung

Kamis, 11 Desember 2025 15:11 WIB
Foto: M. Wahyudin/RM.
Foto: M. Wahyudin/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat (Jabar( Dedi Mulyadi alias KDM mengungkapkan, banjir di Bandung terjadi akibat alih fungsi lahan, atau perubahan tata ruang yang berlangsung tanpa kontrol ketat.

“Kita lihat di Bandung hampir tidak ada lagi sawah, tidak ada lagi rawa, tidak ada lagi danau, semuanya sudah berubah jadi pemukiman,” ujar KDM, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025).

KDM menyebut, pembangunan kawasan pemukiman elit yang mengakibatkan penurunan permukaan tanah pada pemukiman warga lainnya.

Baca juga : KPK: SPI Jadi Fondasi Kebijakan Antikorupsi Berkelanjutan

“Sehingga ketika hujan tiba yang korban itu yang mengalami penurunan permukaan,” tutur KDM.

Dia menyampaikan, warga Bandung yang terdampak banjir tinggal di area Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan kawasan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Mereka pun mulai direlokasi. Pemprov menyiapkan rumah kontrakan selama setahun. “Selanjutnya nanti kita akan melakukan pembebasan lahan,” imbuh KDM.

Baca juga : Antisipasi Kemungkinan KLB Penyakit Pasca Banjir Besar

Setelah pembebasan lahan, wilayah-wilayah yang biasa banjir akan menjadi kawasan sungai dan dibangun penyerapan air. Menurut KDM, upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak terus-menerus hidup dalam ancaman bencana banjir.

"Kita tidak lagi merenungi bencana dalam setiap tahun. Kita mencari solusi,” tegas KDM.

Selain pembenahan daerah aliran sungai (DAS), Pemprov Jabar juga akan menertibkan alih fungsi lahan di kawasan Ciwidey, terutama yang dikelola PTPN serta sebagian lahan kehutanan yang berubah menjadi kebun sayur.

Baca juga : PTPN Group Sabet Dua Penghargaan BBMA Berkat Strategi Branducation

“Kita ubah menjadi perkebunan teh dan perkebunan tanaman keras yang dikelola oleh Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutan Provinsi Jawa Barat,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.