Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendiktisaintek Bantu Pelayanan Dokumen
Korban Bencana Diizinkan Cetak Ulang Ijazah Hilang
Minggu, 14 Desember 2025 06:55 WIB
Sebelumnya
Sementara itu, relawan kesehatan Unand, Aldi menjelaskan, posko kesehatan tersebut berfungsi sebagai pusat pelaporan, pengolahan data kesehatan, sekaligus pengendali distribusi tenaga medis. Sistem pelaporan yang digunakan mengacu pada Medical Data System (MDS) yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).
“Melalui sistem yang telah disesuaikan dengan standar WHO, setiap posko dapat melaporkan temuan kasus harian secara terstruktur. Seluruh data direkap setiap hari untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita pasien,” ujar Aldi.
Saat ini terdapat enam posko pelayanan kesehatan yang menangani sekitar 400 pasien per hari. Selain itu, puskesmas di wilayah terdampak juga mencatat lonjakan kunjungan dengan total penanganan sekitar 150 pasien per hari.
Baca juga : Pemerintah Optimistis Ekonomi 2026 Stabil
Berdasarkan rekapitulasi data sementara, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam tinggi, serta sejumlah kasus kejang akibat demam yang diduga berkaitan dengan dehidrasi. Tim medis juga menangani berbagai kasus lain, mulai dari luka-luka, patah tulang, hingga tindakan bedah.
Sejumlah wilayah masih terisolasi akibat akses jalan yang rusak atau tertutup material longsor. Kondisi ini memaksa tenaga kesehatan menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki untuk menjangkau daerah terdampak.
Usai melakukan koordinasi di Posko Kesehatan Unand, Khairul melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Koto Alam, Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan.
Baca juga : Lantik Pimpinan DPW Kalbar, Ahmad Ali Target PSI Masuk Posisi 3 Besar
Kunjungan tersebut dilakukan bersama relawan kesehatan dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta tenaga kesehatan setempat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Koto Alam, Yulwita Jurnawis mengatakan, penanganan bencana tidak mungkin dilakukan secara optimal tanpa dukungan mahasiswa dan relawan perguruan tinggi.
“Kehadiran relawan kampus sangat membantu, termasuk untuk layanan malam hari, mobilisasi ke wilayah sulit, serta pendampingan psikososial. Kolaborasi seperti ini sangat kami butuhkan agar lebih banyak masyarakat dapat terbantu,” ujar Yulwita. ASI
Baca juga : Mendekati Perayaan Nataru, Infrastruktur Dan Stok BBM Kunci Lancarnya Perjalanan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 14 Desember 2025 dengan judul "Kemendiktisaintek Bantu Pelayanan Dokumen Korban Bencana Diizinkan Cetak Ulang Ijazah Hilang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya