Dark/Light Mode

Bisa Buat Bikin 100.000 Huntap

Duit Negara Rp 6,6 T Berhasil Diselamatkan, Prabowo: Ini Baru Ujungnya

Rabu, 24 Desember 2025 16:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025). (Foto: YouTube)
Presiden Prabowo Subianto saat menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tegas mengatakan, uang negara Rp 6,6 triliun - persisnya Rp 6.625.294.190.469,74 - yang berhasil diselamatkan, baru merupakan ujung dari kerugian bangsa dan negara Indonesia. Namun cukup berarti untuk merenovasi sekolah atau mendirikan hunian tetap untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatera. 

Menurut Prabowo, penyimpangan terhadap keuangan negara seperti ini sudah berjalan belasan tahun, bahkan puluhan tahun. 

"Inilah yang saya sebut dilakukan oleh mereka-mereka yang menganut filosofi dan paham serakahnomics. Berani melecehkan, berani menghina Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menganggap sepele pemerintah Reoublik Indonesia. Menganggap pejabat-pejabat di tiap eselon bisa dibeli, bisa disogok. Tinggal mereka leluasa berbuat sekehendak mereka," papar Prabowo saat menyaksikan penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Baca juga : Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Nyaris Rp 1,7 Triliun, Ini Upaya Pemulihannya

Prabowo mengungkap, ketika baru pertama kali menerima mandat sebagai Presiden, dia sudah bertekad bulat untuk melawan korupsi, melawan perampokan kekayaan negara oleh siapa pun di mana pun. "Baru 3 bulan, saya sudah keluarkan Peraturan Presiden Nomor 5. Kita bentuk Satgas yang terdiri dari banyak unsur yang bertanggung jawab," tuturnya. 

Prabowo mengapresiasi kinerja para penegak hukum dalam melaksanakan tugas. Presiden ke-8 RI ini meminta aparat agar tidak ragu-ragu dan tidak pandang bulu dalam melakukan penindakan. Jangan mau dilobi sana sini.  Tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara.

"Dan Saudara-Saudara telah melakukan dengan baik, tertib, sesuai ketentuan, sesuai hukum. Dan hasilnya, kita bisa lihat hari ini, sekian triliun yang saya katakan baru ujungnya," ujar Prabowo.

Baca juga : Mahfud Bantah Kabar Bakal Dilantik Prabowo Jadi Jaksa Agung

"Sesungguhnya, kalau kita pelajari kerugian kita, itu sangat-sangat besar. Kalau tidak salah, kalau kita teliti dengan baik, mungkin denda yang harus dibayar mencapai ratusan triliun. Ada yang bandel, ada yang mungkin anggap sepele. Kita akan buktikan bahwa kita tidak main-main," lanjutnya.

Bisa Bikin 100.000 Huntap 

Prabowo menuturkan, uang negara Rp 6,6 triliun yang berhasil diselamatkan, punya arti penting bagi kehidupan masyarakat. Bisa untuk memperbaiki 6.000 sekolah yang rusak. Juga bisa untuk mendirikan 100.000 hunian tetap (huntap) untuk warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah banjir dan tanah longsor pada akhir November lalu.

"Dengan ini saja (uang Rp 6,6 triliun yang berhasil diselamatkan), 100.000 hunian tetap sudah terbayar," kata Prabowo disambut tepuk tangan meriah hadirin. 

Baca juga : Meriahnya Pelantikan Prabowo Dan Gibran Jadi Pestanya Rakyat

"Bayangkan, ada 20 perusahaan ingkar yang tidak mau memenuhi kewajiban mereka, ternyata bisa menyelamatkan hidup 100 ribu saudara-saudara kita. Dan ini baru ujungnya," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.