Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Aceh Gelap Pasca Banjir, Negara Turun Tangan: 1.000 Genset Dikirim
Sabtu, 27 Desember 2025 22:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Negara tidak tinggal diam melihat ribuan warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hidup dalam kegelapan akibat banjir. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melepas pengiriman 1.000 unit genset dan 3.000 unit kompor gas lengkap dengan regulator serta selang untuk wilayah terdampak bencana, Sabtu (27/12/2025).
Bantuan itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan paling mendasar warga pasca banjir: listrik dan sarana memasak.
Sebanyak 1.000 genset akan disalurkan ke 224 desa di 10 kabupaten di Provinsi Aceh, yang hingga kini belum kembali menikmati aliran listrik.
Pengiriman dilakukan lewat udara dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Genset diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara, sementara ribuan kompor gas diberangkatkan dengan pesawat kargo, agar segera sampai ke lokasi sasaran.
Baca juga : Pakar IPB: Banjir Sumatera, Pembelajaran Penting Pemanfaatan Sains Iklim
“Hari ini, atas arahan Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM mengirimkan bantuan 1.000 unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5-7 KVA. Selain untuk rumah, bantuan genset ini juga dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik saudara-saudara kita yang masih ada di tenda pengungsian. Ini penting agar mereka juga bisa mendapatkan fasilitas listrik,” papar Bahlil.
Bahlil menekankan, genset menjadi solusi darurat di tengah kondisi infrastruktur kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih. Meski jaringan tegangan tinggi di Aceh telah kembali terkoneksi, jaringan tegangan rendah di sejumlah wilayah masih belum dapat diperbaiki karena genangan air dan keterbatasan akses.
“Kita tahu semua, listrik khususnya di Aceh, secara tegangan tinggi itu sudah terkoneksi baik dari backbone Sumatra maupun Arun dan Biereun, Nagan Raya. Itu semua sudah terkoneksi. Tetapi, masih banyak daerah yang kondisi untuk jaringan rendahnya belum bisa kita masuki. Karena infrastruktur yang belum selesai,” jelas Bahlil.
Bahlil memastikan, selama jaringan darat dan tegangan rendah belum sepenuhnya aman, Pemerintah akan terus melakukan intervensi langsung.
Baca juga : Diduga Perparah Banjir, 5 Perusahaan Tambang Disegel
“Jadi, selama infrastruktur daratnya belum selesai, dan tegangan rendahnya belum clear, kita akan mengintervensi dengan genset yang ada,” lanjutnya.
Untuk memastikan genset dapat langsung dimanfaatkan warga, PT Pertamina Patra Niaga akan menyuplai pasokan bahan bakar. Skema ini memastikan masyarakat tidak dibebani biaya operasional di tahap awal penggunaan.
Dukungan penuh juga datang dari TNI AU. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi mengatakan, pengiriman bantuan ESDM merupakan prioritas utama.
“Kita pesawat kan banyak di sini. Nah, hari ini full untuk mengirim bantuan genset dari Kementerian ESDM, karena itu merupakan kebutuhan yang esensial. Kita tahu sendirilah, kita tidak akan bisa hidup tanpa listrik,” tutur Erwin.
Baca juga : Batang Toru Tak Sendiri, Negara Turun Tangan Penuhi Janji
Selain genset, pemerintah juga mengirimkan total 3.000 unit kompor gas dengan berat hampir delapan ton. Seluruh bantuan telah melalui proses pengecekan, pendataan, dan pengemasan sesuai standar logistik penerbangan. Agar aman selama pengiriman dan siap digunakan di lapangan.
Distribusi bantuan akan dilakukan bersama Pemerintah Daerah, aparat setempat, dan posko penanganan bencana.
Pemerintah memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan merata. Langkah ini menjadi penegasan bahwa negara hadir di saat rakyat menghadapi kondisi darurat. Di tengah banjir dan lumpuhnya infrastruktur, listrik dan dapur tetap harus menyala.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya