Dark/Light Mode

Hasil Monitoring Bulog Dan Satgas Pangan

Harga Beras Medium Dan Premium Di Bawah HET

Minggu, 28 Desember 2025 06:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal (kanan) bersama Satgas Pangan berbincang dengan pedagang beras saat melaksanakan kegiatan monitoring harga pangan di sejumlah titik pasar strategis di wilayah DKI Jakarta, Rabu (13/12/2025). (Foto: Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal (kanan) bersama Satgas Pangan berbincang dengan pedagang beras saat melaksanakan kegiatan monitoring harga pangan di sejumlah titik pasar strategis di wilayah DKI Jakarta, Rabu (13/12/2025). (Foto: Bulog)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan instansi terkait melakukan monitoring harga pangan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu hasilnya, harga beras stabil baik jenis medium maupun premium.

Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pengecekan pangan dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok pangan di pasar. Diharapkannya, harga pangan pads masa libur Natal dan Tahun Baru tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat. 

Rizal menuturkan, pengecekan langsung dilakukan di sejumlah titik strategis di wilayah DKI Jakarta, pada Rabu (23/12/2025). Yakni, di Pasar Rawamangun, Pasar Induk Beras Cipinang dan ritel modern di kawasan Cempaka Putih, sebagai bagian dari rangkaian pemantauan nasional. 

Baca juga : 10 Gedung Terdeteksi Tak Penuhi Standar Keamanan

Selain itu, pengecekan dilakukan secara menyeluruh dengan memantau harga dan ketersediaan komoditas pangan utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, cabe dan kebutuhan pokok lainnya. 

“Monitoring dan sidak ini, kami lakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga wajar dan sesuai ketentuan Pemerintah," ujar Rizal, dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025). 

Rizal menyampaikan, dari hasil pantauan di lapangan, komoditas beras, baik beras medium dan premium di sejumlah pasar terpantau relatif stabil dan harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Baca juga : Atalanta Vs Inter Milan, Biru Hitam Di Bergamo

Ia menyebut HET beras medium, Rp 13.500 per kilogram (Kg). Sementara harga di lapangan, rata-rata berada di bawah Rp 13.000 per kg. 

"Beras premium HET-nya Rp 14.900 per kilogram dan dijual di bawah Rp 14.000 per kilogram," katanya. 

Untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan Perum Bulog, paparnya, dijual pedagang sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni sebesar Rp 12.500 per kg. 

Baca juga : MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Jadi Andalan Aprilia

Menurut Rizal, keberadaan beras SPHP sangat efektif dalam menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat, sekaligus menjadi instrumen pengendali inflasi pangan. 

"Secara nasional, hingga saat ini realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 792 ribu ton yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," jelasnya. 

Penyaluran tersebut, lanjutnya ditopang kondisi stok yang sangat memadai. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 3,3 juta ton. Sehingga mampu menjamin ketersediaan beras nasional hingga awal tahun 2026. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.