Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setelah Beras, Pemerintah Bidik Swasembada Gula
Minggu, 28 Desember 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
Apabila target pengembangan tebu tersebut tercapai, produksi gula nasional diproyeksikan meningkat signifikan. “Kita tidak hanya berhenti impor gula putih, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu,” tutur Amran.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan daerahnya menyukseskan swasembada gula nasional melalui percepatan hilirisasi perkebunan tebu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Khofifah menilai koordinasi yang terbangun sangat kuat untuk memaksimalkan target hilirisasi perkebunan di Jatim. Selain itu, para bupati dan wali kota telah melakukan pemetaan perluasan lahan sesuai arahan Mentan.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Ada Dosen Terima Gaji Di Bawah UMR
Khofifah menegaskan, sinergi lintas daerah menjadi kunci perluasan lahan dan percepatan investasi perkebunan. Terlebih, Luas Tambah Tanam (LTT) Jatim mencapai 1,8 juta hektare atau tertinggi di Indonesia.
“Karena swasembada beras sudah terwujud, angka ini tidak boleh berkurang pada 2026. Jadi peruntukan-peruntukan seperti ini harus dipetakan dengan sangat hati-hati,” tegas Khofifah.
Anggota Komisi IV DPR Hindun Anisah mendukung rencana kebijakan swasembada gula pada 2026. Ia juga mengapresiasi rencana penghentian impor gula putih mulai awal tahun depan.
Baca juga : Feriansyah: Selama Ini Gaji Mereka Tergantung Kesepakatan
Menurut Hindun, Indonesia memiliki kemampuan dan kapasitas dalam pengelolaan gula konsumsi, dengan catatan target tersebut dikelola secara serius dan berkelanjutan.
“Swasembada gula konsumsi bukan hal yang mustahil. Ini bagian penting dari upaya mencapai ketahanan pangan nasional,” ujar politisi PKB tersebut.
Hindun juga mengapresiasi langkah Kementan yang mengakselerasi pengembangan tebu dengan menjadikan Jatim sebagai penopang utama produksi gula nasional. Mengingat, lebih dari 50 persen kebun tebu nasional berada di Jatim, sehingga capaian swasembada sangat ditentukan oleh keberhasilan di wilayah tersebut.
Baca juga : DPR Ingin Kebut Bahas RUU Pengelolaan Perubahan Iklim
Namun demikian, ia menilai Jawa Tengah (Jateng) juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap target swasembada gula konsumsi. Sejumlah pabrik gula dan sentra tebu di provinsi tersebut menunjukkan tren peningkatan produksi.
Hindun mencontohkan Pabrik Gula Rendeng di Kudus, Jateng, yang menargetkan produksi 20 ribu ton gula pada masa giling 2025 dengan durasi giling selama 140 hari. Target tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 10 ribu ton. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya