Dark/Light Mode

Ditutup Rabu, Pemerintah Evaluasi Kelanjutan BLT Kesra

Selasa, 30 Desember 2025 22:01 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 resmi ditutup hari ini, Rabu (31/12/2025). Pemerintah mulai melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah program bantuan tersebut akan dilanjutkan pada 2026 atau tidak.

Menjelang penutupan penyaluran, masyarakat yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau segera mencairkan bantuan. Dana yang tidak diambil hingga batas akhir hari ini dipastikan dikembalikan ke kas negara.

Imbauan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelang penutupan penyaluran bantuan sosial tahun anggaran 2025. Dia mengingatkan, dana bantuan yang tidak diambil akan dikembalikan ke kas negara.

Gus Ipul—sapaan Saifullah Yusuf—mengatakan, hingga jelang akhir masa pencairan Pemerintah terus mengedukasi masyarakat. Dia meminta warga yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memastikan status bantuan sebelum mendatangi lokasi pencairan.

“Kami minta masyarakat cek status terlebih dulu agar tidak bolak-balik dan kehilangan hak,” ujarnya, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Gus Ipul menjelaskan, BLT Kesra 2025 menyasar keluarga pada desil 1 sampai 4. Data penerima bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang telah diverifikasi.

“Prioritas kami keluarga miskin, rentan, lansia, disabilitas, dan korban pemutusan hubungan kerja,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat sepanjang 2025. Sebanyak 18 juta keluarga disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara dan 17 juta melalui PT Pos Indonesia.

Pada tahap akhir Desember, penerima mendapatkan dana rapel sebesar Rp 900.000. Dana itu diberikan sekaligus dan tidak dikenakan potongan apa pun.

Baca juga : 4 WNA Spanyol Hilang Di Labuan Bajo, Pemerintah Intensifkan Pencarian

Gus Ipul mengatakan, penyaluran melalui PT Pos Indonesia ditujukan bagi warga tanpa akses perbankan. Skema ini juga menjangkau wilayah terpencil dan kelompok rentan.

“Penyaluran lewat pos menjangkau wilayah tertentu dan warga tanpa rekening bank,” katanya.

Kemensos mengimbau warga mengecek status penerima secara mandiri. Pengecekan bisa dilakukan melalui laman cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.

Melalui sistem tersebut, warga dapat melihat status penerima, jenis bantuan, dan periode penyaluran. Pemerintah menyebut cara ini untuk menghindari informasi palsu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak menunda pencairan. Dia menerangkan kelanjutan program akan dievaluasi setelah penyaluran selesai.

“Kami belum memutuskan kelanjutan program ini untuk 2026,” terangnya.

Airlangga menjelaskan, BLT Kesra menjadi bagian dari perlindungan sosial Pemerintah. Program ini disinergikan dengan Program Keluarga Harapan dan program peningkatan kapasitas ekonomi.

“Kami ingin perlindungan sosial dan peningkatan kapasitas ekonomi berjalan berdampingan,” katanya.

Menurut Airlangga, evaluasi menyeluruh dilakukan setelah periode penyaluran berakhir. Pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga hingga akhir tahun.

Baca juga : Pemerintah Turun Tangan Atasi Banjir Balangan dan Kecelakaan Laut Labuan Bajo

Dia menambahkan, BLT Kesra disalurkan melalui bank dan PT Pos Indonesia. Dalam penyaluran nasional, peran PT Pos Indonesia dinilai sangat penting.

Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris mengatakan, skema penyaluran dirancang inklusif untuk memudahkan masyarakat yang berhak menerima. Layanan tidak hanya dilakukan di kantor pos.

“Kami bisa lakukan pengantaran langsung bagi lansia dan penyandang disabilitas,” katanya.

Oleh karena itu masyarakat didorong untuk mengecek kembali status dan segera mencairkan. Haris melanjutkan, terdapat tiga skema penyaluran melalui pos. Skema tersebut meliputi layanan kantor pos, komunitas, dan pengantaran langsung.

“Semuanya dirancang agar bantuan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Haris memastikan pencairan dilakukan secara tunai tanpa potongan biaya. Pos Indonesia juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah terdampak bencana.

Menurutnya, koordinasi diperlukan agar penyaluran tidak terhambat kendala administratif. Pos Indonesia juga membantu penerima dengan keterbatasan mobilitas.

Vice President Penyaluran Dana PT Pos Indonesia Andi Rosa Moh Ramdan mengatakan, penyaluran kuota tambahan dimulai 29 Desember 2025. Kuota tambahan ini melengkapi realisasi reguler. “Sebanyak 3,2 juta KPM tambahan mulai dicairkan serentak sejak 29 Desember,” katanya.

Dia menjelaskan, data tambahan telah melalui proses Standing Instruction. Penyaluran dilakukan untuk memperluas jaring pengaman sosial akhir tahun.

Baca juga : Cegah Badai PHK, Pemerintah Perkuat Permintaan Domestik 

Menurutnya jaringan distribusi pos terbukti menjangkau wilayah strategis. Termasuk daerah di Pulau Sumatera yang sempat terdampak bencana.

“Wilayah bencana tetap kami layani dengan performa penyaluran yang terjaga,” tuturnya.

Untuk realisasi di Pulau Sumatera dinilai cukup tinggi. Aceh mencatat realisasi 91 persen, mendekati rata-rata Pulau Jawa.

Provinsi lain juga mencatat capaian tinggi, termasuk Sumatera Barat 89 persen dan Lampung 88 persen. Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing mencapai 86 persen.

Dia menambahkan, capaian nasional tertinggi dicatat Papua Pegunungan. Wilayah ini mencapai realisasi 100 persen dengan 264.635 penerima.

“Capaian ini menunjukkan layanan pos tetap konsisten hingga wilayah paling sulit,” katanya.

Pemerintah kembali mengingatkan, pentingnya validitas Nomor Induk Kependudukan. Warga diminta melaporkan perubahan data keluarga kepada aparat kelurahan.

Dengan batas akhir pengambilan BLT Kesra, masyarakat diminta segera mencairkan bantuan. Dana yang tidak diambil hingga Rabu (31/12/2025) hari ini maka akan dikembalikan ke kas negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.