Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo Persilakan Koreksi dan Kritik, Tapi Fitnah dan Kebohongan Jangan
Selasa, 6 Januari 2026 07:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap koreksi dan kritik publik. Namun, Prabowo mengingatkan agar kebebasan berpendapat itu tidak dinodai oleh fitnah dan kebohongan.
"Demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik bagus, tapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah. Saya yakin, di agama Kristen demikian juga," kata Prabowo dalam Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2026).
"Thou shalt not a lie (janganlah kamu berdusta)," imbuh Prabowo, mengutip prinsip moral dna agama dari Perintah Kesembilan Alkitab.
Baca juga : Tidak Ada Korban Jiwa, TGI Fokus Tangani Insiden Kebocoran Pipa Di Inhil
Presiden ke-8 RI itu menekankan, kebohongan adalah hal yang sangat tidak baik. Apalagi, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian.
"Ini bisa merusak kita semua, Saudara-saudara. Kalau di agama Islam itu ada ajarannya: fitnah lebih kejam dari pembunuhan," tegas Prabowo.
Harus Bersyukur Kalau Dikritik
Prabowo mengingatkan jajarannya agar bersyukur bila menerima kritik dan koreksi. Karena kritik dan koreksi sejatinya adalah upaya pihak lain untuk ikut mengamankan dan menyelamatkan.
Baca juga : Pesan Prabowo Ke Jajarannya: Dihujat, Difitnah Nggak Apa-Apa
Prabowo lalu mengambil contoh anak buah yang berlari untuk mengingatkan dia, bahwa ada kancing baju yang belum terpasang.
"Bayangkan kalau Presiden seperti itu. Jadi, kadang-kadang saya dongkol sama ajudan saya. Cerewet banget nih. Tapi, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan? Iya kan," beber Prabowo.
Dia lalu menceritakan pengalaman lainnya, saat masih aktif sebagai tentara. Saat keluar ruangan mau ambil apel, Prabowo kedapatan anak buahnya tidak memakai tanda pangkat. Anak buah itu pun berlari menghampiri Prabowo untuk mengingatkan.
Baca juga : Prabowo Minta Pemerintah Tidak Libur, Fokus Tangani Bencana
"Jadi apa? Dia menyelamatkan saya. Kritik dan koreksi adalah menyelamatkan," katanya.
Prabowo juga mengucapkan terima kasih, kepada pihak-pihak yang berteriak menyebut dirinya ingin menghidupkan militerisme.
"Saya koreksi, apa benar? Oke, baru kita lihat. Panggil ahli hukum, jelaskan mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," cetusnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya