Dark/Light Mode

Lindungi Petani Dan Ekosistem Pertanian

Mentan Tegas, Lawan Praktik Pangan Ilegal

Minggu, 11 Januari 2026 06:55 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

 Sebelumnya 
“Kalau petani tahu ada impor beras satu ton saja, dampaknya kepada 29 juta petani beras dan keluarganya bisa mencapai 115 juta orang. Petani bisa berhenti produksi, lalu kita impor lagi. Ini yang harus dijaga ketat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa pengawasan ketat tidak hanya dilakukan terhadap bawang bombai, tetapi juga komoditas strategis lain seperti beras, gula, dan berbagai pangan pokok lainnya.

Alumni Universitas Hasanuddin itu mengaku telah menerima banyak laporan terkait penyelundupan pangan, peredaran pupuk ilegal, hingga masuknya mesin pertanian tanpa izin resmi.

Baca juga : DPP Keluarkan SK Kepengurusan, Gonjang Ganjing Golkar Jambi Sudah Berakhir

“Semua ini akan kita bongkar. Coba saja satu sampai dua minggu ke depan, kita bongkar semuanya,” katanya.

Dia juga menyoroti bahaya laten penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan akibat praktik penyelundupan. Diingatkan, pengalaman masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang pernah menimbulkan kerugian besar bagi peternak nasional.

“Satu atau dua ekor ternak terjangkit bisa merusak jutaan ekor ternak. Kerugiannya bukan negara, tapi petani. Bisa mencapai ratusan triliun rupiah. Ini nyata dan pernah terjadi,” ujarnya.

Baca juga : Harga Minyak, Inflasi Dan Nilai Rupiah Stabil

Dia menegaskan, penanganan hukum serta penetapan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus impor ilegal sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Namun, Kementerian Pertanian akan berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Ini bukan soal hari ini, tetapi dampaknya ke depan. Saya tidak akan berhenti sampai praktik-praktik seperti ini benar-benar dihentikan,” pungkasnya. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 11 Januari 2026 dengan judul "Lindungi Petani Dan Ekosistem Pertanian Mentan Tegas, Lawan Praktik Pangan Ilegal"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.