Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lengkap, Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Sugiono Tahun 2026
Rabu, 14 Januari 2026 20:09 WIB
Sebelumnya
Bapak dan Ibu yang saya hormati,
Ketahanan nasional juga harus didukung dan diukur dari seberapa jauh negara hadir untuk melindungi warganya. Pelindungan Warga Negara Indonesia tetap menjadi pilar utama diplomasi Indonesia, sejalan dengan amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
Dan sepanjang tahun 2025, Indonesia telah memulangkan 27.768 Warga Negara Indonesia dari berbagai situasi krisis. Mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti online scam dan judi daring.
Untuk itu, saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Perwakilan di luar negeri yang selama ini terlibat langsung dalam upaya pembebasan Warga Negara Indonesia, penyelesaian masalah-masalah yang terjadi, dan pemulangan Warga Negara Indonesia kembali ke tanah air.
Saudara-saudara mungkin tidak terlihat, saudara-saudara mungkin tidak terdengar. Tapi percayalah apa yang saudara lakukan menunujukan bahwa negara, bahwa Pemerintah Republik Indonesia, hadir untuk melindungi warga negaranya di mana pun berada.
Baca juga : Pengamat: Pemerintah Serius Tangani Bencana Sumatera hingga Pencegahan
Ke depan, Kementerian Luar Negeri akan terus memperkuat kemitraan, kesiapsiagaan perwakilan, sistem peringatan dini, dan juga digitalisasi layanan. Kemudian pada saat yang sama, kita memprioritaskan pemberdayaan diaspora sebagai subjek pembangunan dan aset ketahanan nasional. Untuk tujuan itu, saya telah membentuk unit kerja khusus di Kementerian Luar Negeri, agar kebijakan pemberdayaan diaspora lebih terkoordinasi dan lebih berdampak.
Beberapa inisiatif yang kita dorong bersama dengan Kementerian dan Lembaga lain ditujukan untuk: mendukung kemudahan mobilitas dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi diaspora untuk bekerja dan berkontribusi di tanah airnya.
Inisiatif tersebut diantaranya yaitu identitas tunggal Nomor Induk Diaspora dan pembangunan Satu Data Diaspora. Tujuannya satu: memastikan peran diaspora diakui, dihargai, dan dioptimalkan bagi pembangunan nasional.
Ibu Bapak yang saya hormati,
Tentu saja, ketahanan nasional juga harus didukung oleh kawasan yang stabil dan dapat diprediksi. Di sinilah relevansi ASEAN menjadi semakin krusial. Presiden Prabowo telah menegaskan: “In the current situation of geopolitical uncertainty, the stronger ASEAN is, the more we will be heard.”
Baca juga : Marc Marquez Comeback, Sinyal Kuat Persaingan Sengit MotoGP 2026
Namun, ASEAN hanya akan kuat jika kesatuan dan sentralitas ASEAN terus dijaga dan diperjuangkan bersama. Dinamika ASEAN sepanjang tahun lalu, utamanya krisis antar negara ASEAN, menunjukkan bahwa perdamaian di Asia Tenggara adalah sesuatu yang tidak boleh kita abaikan. Bahkan dalam momentum 50 tahun TAC tahun ini, kita menyaksikan prinsip-prinsipnya dilemahkan.
Karena itu, Indonesia mengajak dan menyerukan agar ASEAN kembali pada tujuan awal: untuk menjaga kawasan ini menjadi ruang damai, bebas dari unjuk kekuatan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyatnya.
Di luar kawasan, memang logika hard power semakin menguat. Tetapi di kawasan ini, ada aturan, tradisi dan kebijaksanaan yang harus kita ikuti bersama. Inilah mengapa Indonesia melihat ASEAN sebagai mekanisme kolektif yang efektif untuk mengelola perbedaan dan mencegah rivalitas berubah menjadi konfrontasi.
Untuk mempertebal ASEAN centrality, relevansi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific perlu ditegaskan kembali, sebagai suatu kerangka pengelolaan kawasan yang inklusif, dengan ASEAN memegang kendali atas arah dan tata kelola kawasannya sendiri.
Dan Indonesia siap bersinergi erat dengan Keketuaan Filipina untuk memastikan kesinambungan agenda dan keberlanjutan inisiatif kawasan, termasuk penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan yang sejalan dengan UNCLOS.
Baca juga : Pemprov DKI Targetkan Pembangunan Sistem Tata Air Fatmawati Kelar Desember 2026
Terkait Myanmar, Indonesia selalu konsisten mendorong penyelesaian yang berkelanjutan dan legitimate, bukan sekadar solusi instan yang justru memperdalam fragmentasi. Kita menyadari bahwa perkembangan situasi, termasuk pelaksanaan pemilu di Myanmar, menuntut pendekatan yang beyond business as usual. Koridornya adalah menciptakan ruang dialog yang inklusif dan membuka jalan bagi rekonsiliasi nasional. Dan Indonesia terus melakukan pendekatan ini melalui berbagai engagement dengan para pemangku kepentingan, termasuk dengan berbagi pengalaman secara konstruktif.
Untuk itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang terus secara aktif memonitor perkembangan, khusus untuk isu ini.
Di Pasifik, Indonesia tidak sekadar hadir karena geografi atau kedekatan sosial budaya, tetapi karena pilihan strategis. Indonesia adalah bagian dari Pasifik; dan Pasifik adalah ruang strategis bagi Indonesia.
Kedekatan ini kita bangun sebagai kemitraan by choice, berorientasi masa depan, dan selaras dengan 2050 Strategy for the Blue Pacific Continent.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya