Dark/Light Mode

Jenazah Pramugari ATR 42-500 Teridentifikasi, Menteri KKP Ucapkan Belasungkawa

Rabu, 21 Januari 2026 16:18 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: IG @swtrenggono)
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: IG @swtrenggono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya pramugari pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport, Florencia Lolita, dalam tugas pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.

"RIP Olen. Fly high dan terima kasih atas pengabdian tanpa batas untuk bangsa. Semoga Tuhan berikan surga yang terbaik," tulis Trenggono dalam caption Instagramnya, Rabu (21/1/2026).

DVI Identifikasi Florencia Lolita

Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah seorang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang merupakan pramugari atas nama Florencia Lolita, usai pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI, Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun," ujar Kepala Bidokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhamad Haris dalam konferensi pers di Makassar, seperti dilansir ANTARA, Rabu (21/1/2026).

Baca juga : Jasad Pramugari ATR 42-500 Ditemukan: Posisi Tengkurap, Kaki Kanan Patah

"Alamat (korban) Apartemen Walk Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur. (Identifikasi) melalui sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis," imbuhnya.

Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi menambahkan, jenazah masih dalam keadaan bagus, sehingga sidik jari masih bisa terbaca. Untuk memastikan dan membuktikan secara saintifik, dilakukan pembandingan dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan membandingkan dengan data lain yang dimiliki.

"Setelah mengambil sidik jari pada post mortem dan melakukan pembandingan secara manual dengan data pembanding, kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa yang bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono," papar Mashudi.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro membenarkan, pengungkapan identitas korban telah dibuktikan secara saintifik. Pemeriksaan tim DVI, menurutnya, telah diakui secara internasional. Sehingga, hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga : Pesawat ATR 42-500 Tabrak Bulusaraung, 1 Korban Ditemukan Dalam Jurang

"Seperti tadi disampaikan Kabiddokes dan Kapusident bahwa hasil pemeriksaan tidak terbantahkan, data identitas identik dengan korban," kata Kapolda.

Serah Terima Jenazah Korban ATR 42-500

Mengenai penyerahan serah terima jenazah korban kepada pihak keluarga, Djuhandhani mengatakan hal itu akan diserahkan lebih lanjut kepada Basarnas sebagai leading sector dalam penanganan kecelakaan pesawat tersebut.

Posko DVI di Biddokkes Polda Sulsel di area RS Bhayangkara telah menerima dua jenazah korban, laki-laki dan perempuan, untuk diidentifikasi. Jenazah pertama tiba pada Selasa (20/1/2026) malam, berjenis kelamin perempuan (sudah teridentifikasi). Sementara jenazah kedua yang tiba pada Rabu (21/1/2026) pagi tadi, berjenis kelamin laki-laki (belum teridentifikasi).

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di daerah perbatasan Kabupaten Maros dengan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (17/1/2026).

Baca juga : Menhub Tegaskan, Pencarian Pesawat ATR 42-500 Di Maros Terus Diintensifkan

Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Dua korban telah ditemukan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.