Dark/Light Mode

Program Prioritas Kemendukbangga Catat Capaian Signifikan di 2025

Jumat, 23 Januari 2026 12:39 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji (tengah) dengan prpgram Taman Asuh Sayang Anak/TAMASYA. (Foto: Dok. Kemendukbangga)/BKKBN)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji (tengah) dengan prpgram Taman Asuh Sayang Anak/TAMASYA. (Foto: Dok. Kemendukbangga)/BKKBN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program prioritas sepanjang tahun 2025.

Berbagai intervensi strategis yang menyasar siklus hidup keluarga—mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, penguatan peran ayah, hingga pemberdayaan lansia menunjukkan hasil yang melampaui target nasional.

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) menjadi salah satu program unggulan dalam percepatan penurunan stunting.

 

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). (Foto: Dok. Humas Kemendukbangga/BKkBN)

 

Demi menciptakan generasi emas, program GENTING hadir dan fokus pada upaya pencegahan stunting sejak dini bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.

Baca juga : Kemendukbangga Perkuat Ruang Aman bagi Perempuan

l“Untuk itu, negara hadir langsung dengan memberikan asupan gizi yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji di salah satu TV nasional di Jakarta, Kamis (22/01/2026).

Wihaji menambahkan, berdasarkan data dari Sekretariat Tim Pengendali Genting (TPG) Pusat dan Provinsi, hingga akhir 2025, capaian GENTING telah mencapai 160,67 persen atau 1.607.627 penerima manfaat dari target 1 juta.

Sementara itu, Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang diluncurkan pada 27 Mei 2025 hadir sebagai solusi pengasuhan anak yang aman dan berkualitas, khususnya bagi perempuan bekerja.

Dikelola oleh pengasuh bersertifikat, TAMASYA menyediakan empat layanan utama, yakni peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan keterlibatan orang tua, serta layanan rujukan.

 

Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). (Foto: Dok. Humas Kemendukbangga/BKKBN)

 

Baca juga : Wamen Fajar: Program Prioritas Presiden Didukung Kepala Sekolah Se-Solo Raya

Capaian TAMASYA pada 2025 meliputi 71,88 persen pengasuh tersertifikasi, 99,25 persen anak terpantau pertumbuhannya, dan 97,84 persen anak terpantau perkembangannya (Laporan R1 TAMASYA/TPA).

Lebih lanjut Wihaji mengatakan, Kemendukbangga/BKKBN juga meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai respons atas fenomena fatherless yang masih dialami 25,8 persen keluarga di Indonesia (PK 2025).

Program ini mendorong kehadiran ayah dalam pengasuhan melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah dan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).

“Ayah harus hadir mendampingi anak karena berperan penting dalam membangun leadership anak,” ujar Wihaji.

Hingga akhir 2025, capaian GATI mencapai 2.621.418 partisipasi atau 141,86 persen dari target (Portal GATI). Di sisi lain, menyikapi fenomena ageing population dengan jumlah lansia yang telah melampaui 10 persen populasi, Kemendukbangga/BKKBN menjalankan Program Lansia Berdaya (SIDAYA).

 

Program Lansia Berdaya (SIDAYA) yang diluncurkan Kemendukbangga/BKKBN. (Foto: Dok. Humas Kemendukbangga/BKKBN)

Baca juga : Saham Emiten MIND ID Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

 

Program ini bertujuan memastikan lansia tetap sehat secara fisik, mental, dan sosial melalui kegiatan aktif dan edukatif, salah satunya Sekolah Lansia di Bina Keluarga Lansia (BKL).

Sepanjang 2025, sebanyak 36.796 lansia mengikuti Sekolah Lansia atau mencapai 153,32 persen dari target 24.000 lansia (SIDAYA per 20 Januari 2026).

"Melalui capaian tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya dalam membangun keluarga Indonesia yang tangguh, sehat, dan berdaya di setiap fase kehidupan," pungkas Wihaji.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.