Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kol (Purn) Muftiono: Mental Baja, Kunci Sukses Petugas Haji
Jumat, 23 Januari 2026 14:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di balik kelancaran ibadah jutaan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci, ada ketangguhan mental para petugas haji, yang bekerja tanpa kenal lelah.
Hal inilah yang ditekankan Wakil Komandan Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi (Diklat PPIH Arab Saudi), Kolonel (Purn) Kurniawan Muftiono, kepada calon petugas haji. Saat memberikan materi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (23/1/2026), dia menegaskan, mental kuat menjadi bekal utama petugas haji dalam menghadapi tekanan tugas, keterbatasan waktu, serta dinamika pelayanan jemaah di Tanah Suci.
Baca juga : Jalur Kereta di Pekalongan Terendam Banjir, KAI Rekayasa Pola Operasi
"Mental tangguh itu berarti tidak mudah menyerah. Petugas haji harus siap hadir kapan pun jemaah membutuhkan,” ujar Muftiono.
Namun dia mengingatkan, ketangguhan mental tidak lahir secara instan. Menurutnya, ada empat unsur penting yang harus berjalan beriringan, yakni kekuatan rohani, ideologi kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan cinta tanah air, semangat kejuangan, serta kejiwaan yang matang.
Baca juga : Diskon Mobil Baru Jadi Kunci Dongkrak Penjualan
"Jika keempatnya menyatu, petugas tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga ikhlas dan bertanggung jawab dalam melayani,” ujar Wakil Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI pada 2025 ini.
Muftiono menambahkan, petugas haji dengan daya juang tinggi akan tercermin dalam sikap sabar, tidak mudah mengeluh, rela berkorban, disiplin, serta setia mendampingi jemaah dalam berbagai kondisi.
Baca juga : Gondol Piala Interkontinental, Tahun Ini Milik PSG
"Pelayanan haji adalah pengabdian. Karena itu, kepentingan jemaah harus selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.
Baginya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari aspek teknis, tetapi juga dari ketulusan petugas dalam memastikan setiap jemaah merasa aman, dilayani, dan dimanusiakan selama menjalankan ibadah suci. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya