Dark/Light Mode

MBG Tetap Jalan Saat Ramadan

Dibagikan Di Sekolah, Makannya Di Rumah

Rabu, 28 Januari 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan. Skema distribusi disesuaikan. Makanan dibagikan di sekolah, lalu dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

“MBG tidak dihentikan hanya karena perubahan waktu makan,” ujar Zulhas—sapaan Zulkifli Hasan—saat meninjau pelaksanaan MBG di SMAN 15 Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026).

Zulhas mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan skema dan bahan distribusi.

Menurut dia, substansi utama MBG adalah pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan. Negara tetap hadir menjamin asupan gizi meski waktu konsumsinya diubah. “Yang utama gizinya terpenuhi,” cetus politisi Partai PAN ini.

Kepastian itu sekaligus menjawab keraguan masyarakat jelang Ramadan. Sebelumnya, muncul anggapan program MBG di sekolah akan dihentikan sementara.

Zulhas menegaskan, asumsi tersebut tidak benar. Pemerintah justru memastikan MBG tetap berjalan dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

Baca juga : Kepatuhan Platform Digital Masih Rendah

“Program ini menyangkut masa depan generasi,” tutur mantan Menteri Perdagangan ini.

Dia menjelaskan, MBG menyasar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini juga menyentuh ibu hamil dan balita sebagai bagian dari perbaikan gizi nasional.

Dengan cakupan luas tersebut, Pemerintah menilai MBG tidak boleh terhenti hanya karena perubahan kalender ibadah. Penyesuaian teknis dianggap lebih relevan dibanding penghentian program.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, MBG selama Ramadan tidak disajikan sebagai makan siap santap. Makanan akan dikemas agar bisa dibawa pulang oleh siswa.

“Distribusinya di-packing supaya bisa dibawa pulang,” ucap Aries.

Aries menjelaskan, distribusi MBG tetap dilakukan melalui sekolah. Sekolah sebagai titik paling efektif karena kegiatan belajar tetap berlangsung.

Baca juga : Periksa 17 Saksi Kasus Suap Pajak, KPK Telusuri Aliran Uang Ke Pihak Lain

Menurut dia, meski ada penyesuaian jadwal di awal dan akhir Ramadan, proses belajar mengajar tetap berjalan. Pada periode tersebut, sekolah tetap menjadi pusat layanan MBG.

“Pengambilannya tetap di sekolah karena kegiatan belajar masih berjalan,” katanya.

Aries mengakui, hingga kini belum menerima petunjuk teknis resmi dari BGN. Pemerintah Daerah masih menunggu pedoman tertulis agar pelaksanaan seragam.

Aries memastikan pihaknya siap menjalankan kebijakan apa pun yang ditetapkan. Dinas Pendidikan akan menyesuaikan teknis pelaksanaan di lapangan.

Dia menilai, skema membawa pulang makanan sebagai solusi yang realistis. Cara ini tidak mengganggu puasa sekaligus menjaga tujuan utama program.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan MBG tetap dibagikan selama Ramadan. Pembagian dilakukan pada jam sekolah dan makanan dibawa pulang.

Baca juga : Bupati Sudewo Jadi Tersangka, Gerindra Pati Hormati KPK

“Program tetap berjalan di daerah mayoritas Muslim,” kata Dadan.

Dadan menjelaskan, makanan yang disiapkan harus memiliki ketahanan hingga 12 jam. Ketentuan ini agar makanan tetap aman sampai waktu berbuka.

Menurut dia, skema tersebut sudah pernah diterapkan sebelumnya. Pengalaman tahun lalu menjadi dasar pelaksanaan MBG tahun ini.

“Makanannya disiapkan agar aman dikonsumsi saat berbuka,” tuturnya.

Di daerah yang mayoritas tidak berpuasa, Dadan mengatakan pelayanan MBG berjalan normal. Siswa bisa memilih makan di sekolah atau membawa pulang.

Dia menambahkan, menu MBG selama Ramadan tetap mengandung gizi lengkap. Bentuknya disesuaikan agar praktis dan tahan lama. “Contohnya telur rebus, kurma, buah dan makanan sederhana bergizi,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.