Dark/Light Mode

Sepanjang 2025, KNKT Lakukan 40 Investigasi Kecelakaan

Rabu, 28 Januari 2026 21:13 WIB
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono memaparkan capaian investigasi kecelakaan lintas moda sepanjang 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Dok. KNKT)
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono memaparkan capaian investigasi kecelakaan lintas moda sepanjang 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Dok. KNKT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan 40 investigasi kecelakaan di seluruh moda transportasi sepanjang tahun 2025.

Rinciannya, 9 kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ), 4 kecelakaan perkeretaapian, 8 kecelakaan pelayaran, dan 19 kecelakaan penerbangan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kinerja investigasi yang independen, profesional, dan berorientasi pada pencegahan agar kecelakaan serupa tidak terulang di masa mendatang.

"KNKT mendorong seluruh pemangku kepentingan agar menindaklanjuti rekomendasi keselamatan demi mewujudkan sistem transportasi nasional yang semakin berkeselamatan," kata Soerjanto dalam rilis capaian kinerja KNKT 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Soerjanto menilai, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan transportasi lintas moda sepanjang 2025.

Baca juga : Prabowo di WEF 2026 Davos: Tak Ada Iklim Investasi Tanpa Penegakan Hukum

Menurut Soerjanto, kelelahan, kelalaian, serta ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan masih kerap ditemukan dalam berbagai kecelakaan yang diinvestigasi KNKT.

"Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan," ujarnya.

Investigator Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT Dwi Bakti Permana memaparkan, 9 kecelakaan jalan yang diinvestigasi KNKT menyebabkan 69 orang luka-luka.

"Dari jumlah tersebut, KNKT telah menerbitkan 7 laporan awal, 1 laporan dalam proses tanggapan, dan 1 laporan akhir telah diselesaikan," kata Dwi.

Adapun, sejumlah kecelakaan menonjol antara lain kecelakaan beruntun bus Sakhindra Trans di kota Batu, kecelakaan truk tronton di Gerbang Tol Ciawi 2, kecelakaan bus ALS di Padang Panjang, tabrakan dump truck dan minibus di Purworejo, kejadian berasap pada mobil listrik di Jakarta Barat, serta kecelakaan bus pariwisata di kawasan Bromo.

Baca juga : Selama 2024 - 2025, Layanan Jasa Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Meningkat

Pada moda perkeretaapian, Investigator Subkomite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian KNKT Hertriadi Ismawan menyebutkan, 4 kecelakaan kereta api yang diinvestigasi pada 2025 seluruhnya merupakan kejadian anjlokan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

"Dua laporan akhir telah diselesaikan, yakni investigasi anjlokan KA 3028 di Emplasemen Stasiun Penanggiran Divre III Palembang serta kejadian KA 854A menabrak semboyan batas berhenti di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta," jelasnya.

Isu keselamatan yang masih menjadi perhatian meliputi backlog perawatan prasarana, lemahnya pengawasan pemeliharaan sarana dan prasarana, rendahnya pemahaman konsep RAMS (Reliability, Availability, Maintainability, and Safety), serta belum adanya single accountable untuk keselamatan perlintasan sebidang.

Di sektor pelayaran, Pelaksana Tugas Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Capt Anggiat PTP Pandiangan mencatat, dari 8 kecelakaan yang diinvestigasi, 6 kapal tenggelam, 1 kapal terbakar, dan 1 tubrukan.

Kecelakaan menonjol melibatkan KMP Tunu Pratama Jaya, KM Barcelona V, dan KM Putri Sakinah.

Baca juga : 10 Indikator Kelancaran Nataru 2025/2026, Salah Satunya Angka Kecelakaan Turun

Sepanjang 2025, subkomite ini menyelesaikan 6 laporan final investigasi dan menghasilkan 36 rekomendasi keselamatan, dengan status tindak lanjut masih didominasi open sebesar 97 persen per 15 Januari 2026.

Sementara, di moda penerbangan, Plt Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Henry Poerborianto menjelaskan, dari 19 investigasi KNKT, 9 dikategorikan kecelakaan dan 10 merupakan kejadian serius.

Jenis kejadian didominasi runway excursion, disusul kegagalan sistem atau komponen mesin, abnormal runway contact, turbulence encounter, controlled flight into terrain, serta kejadian terkait bahan bakar dan layanan navigasi udara.

Tiga kecelakaan menonjol adalah jatuhnya helikopter Airbus H145 di Kalimantan Tengah, helikopter AS350B3 di Papua Tengah, serta kegagalan mesin pesawat GA 8 Airvan di Karawang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.