Dark/Light Mode

Mensesneg: Gentengisasi Bagian Dari Penataan Lingkungan Dan Pariwisata

Rabu, 4 Februari 2026 12:55 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: UMM/Rakyat Merdeka)
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: UMM/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, gerakan “gentengisasi” yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto bukan merupakan kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui penataan lingkungan dan tata kota.

Prasetyo mengatakan Presiden memandang sektor pariwisata sebagai salah satu sektor strategis yang perlu terus didorong, dengan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai faktor kunci pendukung daya tarik wisata.

“Kalau kita lihat secara utuh, Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu sektor yang harus kita dorong adalah pariwisata,” ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dalam konteks tersebut, Presiden memberikan perhatian pada berbagai aspek kebersihan dan keindahan lingkungan yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

Baca juga : Polres Tangsel Hentikan Penyelidikan Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak

“Di situ ada beberapa hal yang menjadi atensi beliau dalam hal keindahan dan kebersihan, di antaranya penggunaan atap berbahan seng, termasuk juga persoalan sampah,” kata Prasetyo.

Ia menjelaskan arah kebijakan tersebut telah disampaikan Presiden secara menyeluruh dalam berbagai forum, termasuk saat pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Menurut Prasetyo, inti dari gerakan gentengisasi merupakan ajakan Presiden kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperbaiki kualitas lingkungan agar lebih bersih, rapi, dan indah.

“Beliau sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menggugah kita semua untuk menjadikan lingkungan kita jauh lebih bersih, jauh lebih rapi, dan jauh lebih indah,” ujarnya.

Baca juga : Menlu: Dewan Perdamaian Dunia Tak Akan Gantikan PBB

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Prasetyo menegaskan gentengisasi hanya menjadi salah satu bagian dari agenda besar penataan lingkungan secara menyeluruh.

“Bukan sekadar soal gentengisasi. Termasuk juga papan reklame, baliho, hingga kabel-kabel yang tanpa disadari menjadi persoalan tata kota,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pembenahan tata kota agar kawasan perkotaan kembali tertata, indah, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Terkait skema pelaksanaan, termasuk pendanaan dan aspek teknis penggantian atap, Prasetyo menyampaikan pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian.

Baca juga : Menkomdigi: Transformasi Digital ASEAN Diukur dari Pemerataan, Bukan Sekadar AI

“Teknisnya sedang didiskusikan dengan beberapa kementerian. Ini bukan pembahasan baru karena sebelumnya juga telah dibicarakan dalam berbagai pertemuan,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan sejumlah kementerian telah diberi tugas untuk menyiapkan solusi teknis, termasuk pengembangan teknologi produksi genteng dalam skala besar apabila diperlukan.

“Beberapa kementerian sudah diberi tugas, misalnya bagaimana menemukan teknologi atau alat untuk mencetak genteng jika dibutuhkan produksi dalam jumlah besar. Teknisnya akan kami detailkan lebih lanjut,” kata Prasetyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.