Dark/Light Mode

Komdigi Tegaskan Peran Strategis Pers di Era AI pada HPN 2026

Selasa, 10 Februari 2026 15:07 WIB
Foto: Komdigi.
Foto: Komdigi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan peran strategis pers di tengah transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di Hotel Aston Serang, Banten.

Konvensi Nasional itu bertema “Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”.

“Kata ‘tepat’ menjadi sangat kontekstual di era saat ini, di mana disinformasi menjadi salah satu pekerjaan rumah tidak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Meutya.

Meutya menegaskan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berada di garda terdepan dalam menjaga kebebasan berekspresi dan kebebasan pers, sekaligus memastikan tanggung jawab dalam ruang digital.

Baca juga : HPN 2026, Zulfydar Zaidar Tegaskan Peran Pers Di Dunia Olahraga

Menurutnya, pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga melindungi masyarakat dari informasi yang tidak benar.

“Ada beberapa hal yang kami tegakkan di ranah digital, termasuk terkait AI, justru untuk memberi ruang bagi pers agar bisa berkarya, dan karyanya bisa didengar, dibaca, serta dinikmati masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menyampaikan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi.

Ia menilai, percepatan arus informasi membawa risiko meningkatnya disinformasi, manipulasi fakta, dan erosi kepercayaan publik.

Baca juga : Babah Alun Dukung RI Masuk Dewan Perdamaian: Strategi Prabowo untuk Palestina

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyebut disrupsi digital merupakan bagian dari rantai peradaban global yang juga dialami Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Pers oleh Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, didampingi Ketua PWI Pusat, Ketua Umum SMSI, Ketua Umum ATVLI, Ketua Umum ATVSI, Ketua Umum JMSI, Ketua Umum PRSSNI, Ketua Umum SPS, dan Ketua Umum AMSI.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengawali sesi pemaparan dengan menyampaikan bahwa industri media Indonesia menghadapi dua gelombang disrupsi besar, yakni migrasi ke digital akibat internet dan disrupsi teknologi baru seperti AI.

“Masa depan jurnalisme bukan soal wartawan digantikan AI, tetapi bagaimana teknologi seperti AI dapat menguras sumber daya ekosistem media yang memproduksi jurnalisme berkualitas,” ujarnya.

Baca juga : Zulfikar Achmad Tekankan Penguatan Empat Pilar di Sendi Kehidupan Bangsa

Selain itu, hadir sebagai narasumber Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas Nuzula Anggeraini; Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi.

Lalu, Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital Suprapto Sastro Atmojo; Wakil Ketua ATVSI Neil Tobing; Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Agus Sudibyo; serta Google News Partner Manager Yos Kusuma.

Konvensi Nasional Media Massa ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2026 dan dihadiri pemangku kepentingan dari regulator, insan pers, asosiasi industri, hingga perwakilan platform digital.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.