Dark/Light Mode

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia 2026

Menhut Tegaskan Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan

Rabu, 11 Februari 2026 22:17 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau rehabilitasi mangrove program M4CR di Desa Liagu, Kalimantan Utara, dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia 2026. (Dok. Kemenhut)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau rehabilitasi mangrove program M4CR di Desa Liagu, Kalimantan Utara, dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia 2026. (Dok. Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk menegaskan komitmen menjaga ekosistem pesisir. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menekankan pentingnya rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan sebagai fondasi perlindungan lingkungan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Hal itu disampaikan Menhut saat mengunjungi lokasi rehabilitasi mangrove program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Desa Liagu, Kalimantan Utara. Mengusung tema “Rawat Tradisi, Lahan Basah Lestari”, peringatan tahun ini diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pelestarian alam dan kearifan lokal.

Baca juga : Muhaimin: Pemerintah Tidak Biarkan Pers Jalan Sendirian

Menurut Menhut, kerusakan hutan mangrove akibat perambahan, alih fungsi lahan menjadi tambak, permukiman, hingga kawasan industri harus diimbangi dengan percepatan rehabilitasi.

“Rehabilitasi mangrove adalah investasi jangka panjang. Ini melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan perubahan iklim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga : Bamsoet Dorong Penguatan Regulasi Dana Desa agar Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Dalam program M4CR, masyarakat dilibatkan aktif mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pengembangan usaha berbasis mangrove. Di Desa Liagu, diterapkan pola silvofishery—budidaya perikanan yang memadukan tambak udang, ikan, dan kepiting dengan konservasi mangrove.

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menambahkan bahwa mangrove berfungsi sebagai pelindung alami (barrier) tambak. Dengan menjaga keseimbangan ekologi, produktivitas dan kualitas hasil perikanan dapat meningkat secara berkelanjutan.

Baca juga : Gerindra Tebar Ribuan Bibit Pohon Buah, Simbol Perjuangan Berkelanjutan

Hingga 2025, capaian rehabilitasi mangrove program M4CR di Kalimantan Utara telah mencapai 6.543 hektare. Secara nasional, program ini dijalankan di empat provinsi prioritas: Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Targetnya, rehabilitasi mencapai 27.634 hektare hingga 2027.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ekosistem lahan basah, meningkatkan ketahanan pesisir, dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.