Dark/Light Mode

Kemenhut Luncurkan MANDARA, Satukan Data Mangrove

Kamis, 12 Februari 2026 17:04 WIB
Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (MANDARA) di Jakarta, Selasa (10 Februari 2026). Dok. Kemenhut
Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan Dyah Murtiningsih meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (MANDARA) di Jakarta, Selasa (10 Februari 2026). Dok. Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (MANDARA) sebagai sistem integrasi data mangrove nasional guna mendukung perencanaan dan pelaksanaan rehabilitasi pesisir secara terukur dan berkelanjutan. Peluncuran dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Direktur Jenderal PDASRH Dyah Murtiningsih mengatakan MANDARA dirancang untuk menghimpun, memverifikasi, dan mengintegrasikan data mangrove dari berbagai sumber agar menjadi satu referensi nasional yang akurat dan mutakhir. “Dengan MANDARA, kita mengakhiri era data yang berbeda-beda dan bergerak menuju satu sistem terintegrasi sebagai dasar pengambilan kebijakan,” kata Dyah.

Menurut Dyah, fragmentasi data selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan mangrove secara optimal. Perbedaan sumber dan metode pendataan kerap menyulitkan perencanaan rehabilitasi yang tepat sasaran. “Melalui MANDARA, seluruh pemangku kepentingan menggunakan rujukan data yang sama sehingga perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi rehabilitasi mangrove dapat berjalan lebih sinkron dan akuntabel,” ujarnya.

Baca juga : Viva Cosmetics Luncurkan Moisturizer Gel, Wujudkan Kulit Glowing

Ia menegaskan bahwa penguatan sistem data merupakan fondasi penting dalam mendukung perlindungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Data yang kuat, kata dia, akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Data yang kredibel akan melahirkan kebijakan yang tepat, rehabilitasi yang efektif, dan keberlanjutan ekosistem mangrove,” katanya.

Dyah menambahkan bahwa pengembangan MANDARA merupakan bagian dari upaya reformasi tata kelola kehutanan berbasis digital yang terus diperkuat Kementerian Kehutanan. Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai basis data, tetapi juga sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas pengelolaan mangrove.

“Ke depan, MANDARA akan terus kami kembangkan agar mampu menjawab kebutuhan perencanaan di tingkat nasional, daerah, hingga tapak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui sistem informasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengelolaan mangrove membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat pesisir.

Baca juga : Kemenhut Gelar Program MATAHARI, Cetak Pemimpin Muda Hutan Dan Mangrove

“MANDARA menjadi ruang bersama bagi seluruh pihak untuk berkontribusi dalam menjaga mangrove Indonesia sebagai benteng alami pesisir dan aset penting pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan Nikolas Nugroho Sujobasuindro mengatakan kehadiran MANDARA akan memperkuat pelaksanaan rehabilitasi mangrove di lapangan, mulai dari tahap perencanaan hingga monitoring dan evaluasi.

“MANDARA membantu kami memastikan lokasi rehabilitasi, luasan, jenis kegiatan, serta capaian di lapangan dapat dipantau secara lebih akurat dan transparan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa integrasi data melalui MANDARA juga memudahkan sinkronisasi program rehabilitasi mangrove yang didanai melalui APBN maupun skema non-APBN, termasuk kerja sama dengan mitra pembangunan dan dunia usaha. “Dengan data yang terintegrasi, rehabilitasi mangrove dapat dilakukan secara lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” katanya.

Baca juga : Perpusnas Luncurkan SAKEDAP, Perkuat Literasi Digital & Kepatuhan Serah Simpan Karya

Peluncuran platform ini sekaligus mendukung Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, lembaga riset, dan masyarakat.

Kementerian Kehutanan optimistis MANDARA akan memperkuat tata kelola mangrove nasional dalam mendukung perlindungan pesisir, mitigasi perubahan iklim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.