Dark/Light Mode

Wamen Fajar: Gelombang Besar Jumat Asri Dari Presiden Prabowo

Sabtu, 14 Februari 2026 10:47 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau Gerakan Indonesia ASRI di SDN 3 Jongkat, Kalimantan Barat, Jumat (13/2/2026). Dok. Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau Gerakan Indonesia ASRI di SDN 3 Jongkat, Kalimantan Barat, Jumat (13/2/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, dan Indah) di SD Negeri 3 Jongkat, Kalimantan Barat, Jumat (13/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda penguatan implementasi program yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam rangka perubahan budaya sekolah. Selain meninjau sekolah, Fajar juga memberikan penguatan dan motivasi kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Kalimantan Barat di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Fajar menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali budaya Jumat bersih di sekolah-sekolah.

Baca juga : HAI: Kapolri Layak Terima Bintang Mahaputra Dari Presiden Prabowo

“Dulu, kegiatan seperti itu sudah menjadi kebiasaan. Namun di beberapa daerah perkotaan budaya tersebut mulai memudar. Karena itu, ketika Bapak Presiden mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI, kami langsung menggiatkan kembali Jumat bersih di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang harus dimulai dari lingkungan pendidikan. Ia menilai pembiasaan hidup bersih dan sehat penting untuk membentuk karakter siswa sejak dini.

Pada kesempatan yang sama, Fajar juga menyoroti produktivitas regulasi kementerian dalam setahun terakhir. Ia menyebut sekitar 26 persen regulasi baru telah diterbitkan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun.

Baca juga : Menkop Resmikan Torasera Jadi Pusat Distribusi Produk Kopdes Merah Putih

“Rata-rata hampir setiap bulan dua peraturan menteri diterbitkan. Tantangannya adalah bagaimana seluruh regulasi itu dipahami dan dilaksanakan secara efektif di daerah,” katanya.

Ia meminta UPT berperan aktif menyederhanakan substansi kebijakan agar lebih mudah dipahami oleh sekolah dan pemerintah daerah, termasuk melalui infografis dan media komunikasi yang efektif.

Selain itu, Fajar menyinggung program revitalisasi sekolah yang akan diperluas secara signifikan. Jika sebelumnya ditargetkan sekitar 11.000 sekolah, melalui skema swakelola jumlahnya berpotensi meningkat hingga puluhan ribu sekolah sesuai arahan Presiden.

Baca juga : Man City Punya Peluang Besar Salip Arsenal dalam Perebutan Gelar juara

Menurutnya, perluasan program tersebut harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar kualitas pembangunan terjaga dan penggunaan anggaran tepat sasaran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.