Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Organisasi Garda Asta Cita Indonesia (GACI) menyatakan komitmennya mengawal pelaksanaan delapan agenda strategis Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Organisasi ini ingin memastikan seluruh agenda strategis pemerintahan Prabowo–Gibran berjalan konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ketua Umum GACI Rizky Andrika mengatakan, kehadiran GACI merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat sipil dalam mendampingi pemerintah.
“Hadirnya GACI untuk mengawal Asta Cita Presiden Prabowo, sehingga Asta Cita bukan hanya gimik. Kami harus ikut andil mendampingi pemerintah,” ujar Rizky saat kick-off Garda Asta Cita Indonesia di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Menurut Rizky, agenda pertama Asta Cita yang menjadi fokus utama GACI adalah penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
Ia menilai, masih banyak masyarakat di daerah yang mengalami ketidakadilan dan membutuhkan pendampingan.
“Saya mendengar langsung banyak hak masyarakat yang terzalimi. Ini terjadi bukan hanya di tingkat atas, tapi juga di daerah-daerah. Di situlah kami hadir untuk mengawal dan membantu,” tuturnya.
Baca juga : Menteri Trenggono Ungkap Kondisi Usai Pingsan, Presiden Prabowo Telepon Langsung
Rizky menambahkan, pembangunan selama ini kerap meninggalkan persoalan HAM. Karena itu, GACI ingin memastikan nilai-nilai Pancasila kembali hidup dan menjadi dasar kebijakan publik.
Pada Asta Cita kedua, GACI mendorong penguatan ketahanan nasional melalui sektor pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Untuk mendukung agenda tersebut, GACI membentuk hampir tujuh satuan penggerak gagasan (Satgas).
“Ini bukan sekadar satuan tugas, tapi satuan penggerak gagasan. Kami tidak hanya memberi ide, tetapi juga mengawal realisasinya,” kata Rizky.
Salah satu program unggulannya adalah pendampingan satu juta UMKM agar naik kelas. Asta Cita ketiga diarahkan pada penciptaan lapangan kerja berkualitas serta pengembangan industri kreatif dan infrastruktur.
Salah satu target ambisius GACI adalah mendorong pengiriman tenaga kerja Indonesia ke sektor pelayanan haji dan umrah di Arab Saudi.
Baca juga : Kepala BAPPISUS: Konsep Hospital Without Walls Layak Jadi Program Nasional
“Setiap tahun sekitar 220 ribu jemaah haji kita berangkat, tapi banyak tenaga pelayan berasal dari negara lain. Kami ingin minimal 25 ribu tenaga kerja Indonesia bisa terlibat melayani jemaah kita sendiri di Kampung Haji,” ungkapnya.
Dalam Asta Cita keempat, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), Rizky menegaskan SDM merupakan fondasi utama penggerak ekonomi nasional.
“Kalau SDM punya marwah, dampaknya langsung ke ekonomi. Jika seribu orang bisa mandiri, mereka berpotensi membuka lapangan kerja dan mengajak minimal lima orang lainnya. Inilah efek berantai yang ingin kami bangun,” jelasnya.
Agenda kelima, hilirisasi dan industrialisasi, juga menjadi perhatian serius GACI. Organisasi ini mendorong pengolahan komoditas dari hulu ke hilir guna menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Kita mulai dari kelapa, beras, tebu, dan turunannya. Hilirisasi bisa menyerap banyak tenaga kerja dan menghasilkan lebih dari delapan turunan produk. Ini motor penggerak ekonomi nasional,” ujar Rizky.
Sementara itu, pada agenda keenam terkait pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi, GACI memberi perhatian khusus pada program Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Rizky, banyak koperasi desa yang masih membutuhkan pendampingan arah usaha.
Baca juga : Realisasi Investasi Tembus Rp 1.931 T, Presiden Prabowo dan Rosan Dijempoli
“Kami membentuk Satgas agar koperasi tidak hanya bergerak di ritel. Di daerah nelayan, misalnya, kita dorong usaha pendukung perikanan seperti cold storage dan kapal listrik. Inilah bukti pembangunan dari desa hingga kota,” katanya.
Pada Asta Cita ketujuh, penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, GACI terlibat dalam pembinaan 10 ribu calon ASN, TNI, dan Polri.
“Kami ingin mereka masuk secara murni, tanpa praktik uang. Kami yakin jalur yang bersih dan profesional masih ada, dan itu yang ingin kami dorong,” tegas Rizky.
Adapun Asta Cita kedelapan, harmoni dengan lingkungan, budaya, dan toleransi antarumat beragama, diwujudkan melalui berbagai program sosial, salah satunya gerakan sedekah 2,5 persen.
“Sedekah ini kami wujudkan dalam bentuk air minum gratis, makan gratis, pakaian gratis, hingga layanan kesehatan gratis. Tanpa melihat latar belakang ras atau agama,” pungkasnya.
Acara kick-off Garda Asta Cita Indonesia turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM Sudaryono R. Lamangkona, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah, serta undangan lainnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya