Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026
Polri Siapkan Rekayasa Lalin One Way Hingga Contraflow
Selasa, 3 Maret 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, Polri tetap menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Menurut Sigit, strategi rekayasa lalu lintas masih efektif untuk diterapkan terkait mengurai potensi kemacetan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.
“Strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman,” kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Polri siap menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah pada 13-25 Maret 2026. Berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau one way dan contraflow disiapkan guna mengurai kepadatan kendaraan.
Baca juga : Kejagung Sita Rumah, Mobil, Hingga Pabrik Kelapa Sawit
Rekayasa lalin yang bakal diterapkan ketika arus mudik dan balik Lebaran 2026 di antaranya adalah one way, contraflow, pengaturan di rest area, pembatasan kendaraan sumbu tiga.
“Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan,” ujar Sigit.
Di sisi lain, Sigit menekankan, dalam pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran pada tahun lalu, terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekira Rp 137 triliun.
Diharapkan, tahun ini juga mengalami peningkatan agar terjadi pertumbuhan perekonomian masyarakat.
Baca juga : PKB Ambisi Hijaukan Yogyakarta Di Pemilu
“Kami harapkan pengamanan Operasi Ketupat Tahun 2026 juga bisa berhasil dengan maksimal, sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,” harap Sigit.
Mantan Kabareskrim ini menuturkan, dalam Operasi Ketupat akan melibatkan 161 ribu personel gabungan dari Polri, TNI serta kementerian dan lembaga terkait. “Ada 161 ribu personel gabungan yang kita kerahkan,” ujar Sigit.
Seluruh kekuatan tersebut difokuskan pada pengamanan dan pelayanan masyarakat selama periode mudik dan balik. Pendekatan yang dikedepankan bersifat preemtif dan preventif, sementara penegakan hukum ditempatkan sebagai langkah terakhir.
“Yang kita kedepankan langkah preemtif dan preventif,” tegasnya.
Baca juga : Pertamina Kawal Pasokan BBM Domestik Terkendali
Sigit menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Arus kendaraan diprediksi banyak berasal dari Jawa Barat, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), dan Jawa Timur, dengan tujuan utama Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Arus kendaraan terbesar berasal dari Jawa Barat dan Jabodetabek,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya