Dark/Light Mode

Bantah Isu Perebutan Kekuasaan, Gerindra NTB Sebut Kursi Ketua DPD Dimiliki DPP

Kamis, 12 Maret 2026 06:45 WIB
Ketua Bidang OKK DPD Gerindra NTB, Sudirsah Sujanto. (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua Bidang OKK DPD Gerindra NTB, Sudirsah Sujanto. (Foto: Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tak ada pergeseran Kursi Ketua DPD Gerindra NTB, yang saat ini dijabat Lalu Pathul Bahri. Mereka juga membantah adanya upaya perebutan kursi Ketua DPD Gerindra NTB oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra NTB, Sudirsah Sujanto memastikan, hingga saat ini tidak ada pergantian kepemimpinan di tubuh partai berlambang Kepala Garuda. Dia menegaskan, kondisi internal Gerindra NTB solid dan harmonis, di bawah kepemimpinan Ketua DPD Gerindra NTB, Lalu Pathul Bahri. 

Sudirsah juga menepis spekulasi yang menyebut adanya dua kekuatan, atau “matahari kembar” dalam struktur partai. “Internal kami solid, dan tidak ada matahari kembar di Gerindra,” ujarnya di Mataram, NTB, dikutip Rabu (11/3/2026). 

Lebih lanjut, Sudirsah menyebut, isu pergantian kepemimpinan kepada Gubernur NTB saat ini, yang juga kader Gerindra, Lalu Muhammad Iqbal, merupakan rumor yang tidak berdasar. Dia mengklaim, hubungan kedua pihak baik, dan struktur kepengurusan di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota tetap solid. 

“Di Partai Gerindra tidak dikenal mekanisme pergantian kepemimpinan melalui musyawarah daerah (Musda), musyawarah cabang (Muscab), atau forum-forum serupa, yang lazim terjadi di partai politik lain. Kami ini satu komando mengikuti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” tegasnya. 

Baca juga : Gerindra Dorong Pembentukan Regulasi Artificial Intelligence

Sudirsah menambahkan, seluruh keputusan terkait struktur kepengurusan, sepenuhnya menjadi kewenangan DPP Gerindra. “Sebab itu, kader di daerah diminta tidak berspekulasi terkait isu pergantian kepengurusan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia meminta, kehadiran Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai kader Gerindra, dijadikan sebagai energi positif bagi partai. Menurutnya, kehadiran kepala daerah sebagai kader partai, akan memperkuat konsolidasi politik dan kerja-kerja pelayanan kepada masyarakat. 

“Masuknya Miq Iqbal sebagai kader Gerindra NTB adalah energi positif yang luar biasa. Apalagi beliau juga menjabat sebagai gubernur,” cetusnya. 

Sudirsah menilai, Iqbal juga menunjukkan loyalitasnya sebagai kader, menghadiri berbagai kegiatan partai ketika diundang. “Pak Gubernur setiap diundang oleh partai selalu hadir. Itu menunjukkan beliau kader yang baik,” ucapnya. 

Sudirsah juga menilai satu tahun kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur, Indah Dhamayanti Putri, telah berhasil meletakkan fondasi awal pembangunan daerah. Menurutnya, pasangan yang dikenal dengan sebutan Iqbal–Dinda itu, mulai menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas dalam mewujudkan visi NTB makmur mendunia. 

Baca juga : Danantara Memperkuat Fondasi Transformasi Ekonomi Nasional

“Berbicara satu tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda, kami melihat fondasi menuju lima tahun kepemimpinan makmur mendunia sudah mulai diletakkan,” ujarnya. 

Dia juga mencontohkan sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan, termasuk penataan birokrasi melalui penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Meski diwarnai berbagai dinamika, kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses pemerintahan. 

“Tidak semua kebijakan Pemerintah bisa memuaskan semua pihak. Dalam pemerintahan pasti ada yang puas dan ada yang tidak puas. Itu dinamika biasa,” katanya. 

Karenanya, Sudirsah mengingatkan seluruh kader Gerindra di NTB, untuk menjaga kekompakan, tidak terpengaruh oleh isu yang berpotensi memecah konsolidasi partai. “Tugas kita sekarang, bekerja dan memberikan yang terbaik untuk rakyat,” tandasnya. 

Senada, Bendahara DPD Gerindra NTB, Lalu Wirajaya menegaskan, Gerindra merupakan partai komando yang seluruh kebijakan strategisnya ditentukan oleh DPP. “Jadi, soal pergantian pengurus sepenuhnya tergantung keputusan DPP,” ujarnya. 

Baca juga : Menperin: Pertumbuhan Produk Halal Meningkat

Menurutnya, jika sewaktu-waktu terjadi perubahan kepengurusan, DPP akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) baru yang memuat susunan lengkap pengurus partai di daerah, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara hingga struktur bidang-bidang lainnya. 

“SK itu satu paket dengan pengurus yang lain. Biasanya ada tokoh yang dipercaya DPP untuk melakukan komunikasi dalam menyusun kepengurusan, lalu diserahkan kembali ke DPP,” jelasnya. 

Wirajaya menambahkan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda atau rencana perombakan kepengurusan di tubuh Gerindra NTB. Karenanya, dia meminta para kader tetap fokus bekerja melayani masyarakat. “Jangan terpengaruh isu di luar. Jangan pikirkan soal struktur. Itu urusan DPP,” pungkasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.