Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei Nasional: Rasakan Dampak Positif, Sebagian Besar Publik Dukung MBG
Jumat, 17 April 2026 18:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan dampak positif yang signifikan, baik terhadap kepuasan publik maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal ini tercermin dalam survei nasional terbaru yang dirilis Poltracking Indonesia. Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sebesar 75,1 persen.
Sementara itu, 74,1 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah, dengan program MBG menjadi salah satu faktor utama pendorongnya.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa tingkat pengenalan publik terhadap program ini sangat tinggi.
"Sebanyak 88 persen publik mengetahui program MBG. Adapun tingkat kepuasan terhadap program ini berada di angka 55 persen,” tuturnya.
Baca juga : Pariwisata Tumbuh Positif, Kunjungan Wisman Dan Wisnus Meroket
Selain itu, sebanyak 36,5 persen responden menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung, melampaui program bantuan lain seperti subsidi upah maupun layanan kesehatan.
Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat pelaku industri, Oscar Darmawan, yang menilai MBG memiliki dampak luas dari sisi ekonomi.
Menurutnya, program ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama melalui operasional dapur-dapur MBG di berbagai daerah.
“Program ini membuka lapangan kerja dan dapat menjadi solusi bagi tantangan pengangguran, karena keterampilan yang dibutuhkan relatif mudah dipelajari,” ucapnya.
Ia juga menilai, program MBG memberikan manfaat langsung bagi anak-anak, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.
Baca juga : Jalanan Lebih Lancar, Layanan Publik Buka
“Setidaknya anak-anak mendapatkan asupan makanan yang lebih layak dibanding sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut, Oscar menilai alokasi anggaran MBG turut mendorong perputaran ekonomi yang lebih luas di masyarakat.
“Dana dari APBN tidak hanya terpusat, tetapi mengalir ke berbagai pihak yang terlibat dalam rantai program ini,” tambahnya.
Dampak positif tersebut juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha di sektor pertanian. Ketua Kelompok Tani Bina Kasih, Samuel Seronadi, mengaku hasil panen mereka kini lebih mudah terserap sejak adanya program MBG.
“Sayuran kami seperti kacang panjang, buncis, labu, dan sawi kini terserap untuk kebutuhan dapur MBG. Kami tidak lagi kesulitan menjual hasil panen,” ungkapnya.
Baca juga : Hari Nelayan Nasional 2026, Ibas Tekankan Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan
Ia menambahkan, sebelumnya hasil panen kerap tidak terserap pasar sehingga sebagian harus dibuang atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Kini, dengan adanya program MBG, para petani kembali menggarap lahan untuk memenuhi kebutuhan pasokan.
“Kami bersyukur, hasil tani terserap dan anak-anak juga bisa makan lebih teratur,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis dinilai tidak hanya sebagai bantuan konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan penguatan rantai pasok lokal dan evaluasi berkelanjutan, program ini diharapkan terus berkontribusi dalam mendorong pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya