Dark/Light Mode

Pemerintah-DKI-Danantara Teken MoU PSEL, Langkah Besar Atasi Sampah Di Jakarta

Senin, 4 Mei 2026 16:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tiga kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta perwakilan Danantara berfoto usai penandatanganan MoU percepatan pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Senin (4/5/2026). Dok. Kemenko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tiga kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta perwakilan Danantara berfoto usai penandatanganan MoU percepatan pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Senin (4/5/2026). Dok. Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan bersama percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Penandatanganan MoU ini menjadi lompatan besar untuk mengatasi kedaruratan sampah di Ibu Kota.

Kesepakatan diteken di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026). PSEL akan dibangun di dua lokasi, yakni Tanjungan dan Bantargebang.

Langkah ini dinilai penting mengingat timbulan sampah di Jakarta mencapai sekitar 9.120 ton per hari. Sebagian besar masih dibuang ke TPA Bantargebang yang kini telah melampaui kapasitas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, percepatan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh sampah di Indonesia dapat terkelola pada 2029.

Baca juga : Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak

“Ini bukan sekadar target, tapi aksi nyata. Dengan regulasi baru dan dukungan penuh Presiden, percepatan bisa dilakukan,” ujar Zulkifli Hasan.

Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan menjelaskan, sebelumnya pembangunan PSEL berjalan lambat. Dalam kurun 11 tahun, hanya satu proyek yang terealisasi. Namun, setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, percepatan mulai terlihat.

“Dalam enam bulan sejak Perpres terbit, sudah ada tiga lokasi siap konstruksi, yakni Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi,” jelasnya.

Selain itu, satu proyek PSEL di Palembang yang menggunakan regulasi sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Secara keseluruhan, terdapat 14 lokasi lain yang telah ditetapkan untuk pengembangan PSEL di berbagai daerah.

Baca juga : Pertamina EP Tarakan Edukasi Warga Cegah Kebakaran

Zulhas menyebut, sesuai mandat Perpres 109/2025, pemerintah menyederhanakan prosedur dan memperjelas pembagian peran antar pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Danantara Indonesia, PLN, dan badan usaha akan terlibat dalam percepatan proyek.

Dalam skema tersebut, Danantara Indonesia berperan sebagai mitra strategis. Perannya mencakup penyiapan pembiayaan hingga proses pemilihan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).

Pemerintah menilai, penanganan sampah di Jakarta menjadi prioritas karena posisinya sebagai barometer nasional. PSEL diharapkan menjadi solusi modern dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Proyek PSEL Jakarta juga akan masuk dalam tahap berikutnya yang diproses oleh Danantara Indonesia. Pembangunan ditargetkan segera dimulai agar dapat memberikan dampak nyata.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar Adalah Hoax

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan sejumlah pejabat. Di antaranya Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Ibu Kota dapat lebih terintegrasi. Sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi persoalan sampah secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.