Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Gandeng Pemprov DKI Dan Danantara
MoU PSEL Jadi Lompatan Besar Atasi Darurat Sampah
Selasa, 5 Mei 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Kesepakatan diteken di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (4/5/2026). Penandatanganan MoU ini menjadi lompatan besar untuk mengatasi kedaruratan sampah di Ibu Kota.
PSEL akan dibangun di dua lokasi, yakni Tanjungan dan Bantargebang. Langkah ini dinilai penting, mengingat timbulan sampah di Jakarta mencapai sekitar 9.120 ton per hari. Sebagian besar masih dibuang ke TPA Bantargebang yang kini telah melampaui kapasitas.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, percepatan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh sampah di Indonesia dapat terkelola pada 2029.
“Ini bukan sekadar target, tapi aksi nyata. Dengan regulasi baru dan dukungan penuh Presiden, percepatan bisa dilakukan,” ujarnya.
Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, juga menyoroti kondisi sampah Jakarta yang telah masuk tahap darurat. Dia menyebut, tumpukan sampah di Bantargebang kini menyerupai gedung bertingkat. “Kalau diukur Bantargebang itu seperti gedung 16 atau 17 lantai,” ujarnya.
Baca juga : Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Dan Kesehatan
Zulhas menambahkan, sekitar 87 persen sampah Jakarta masih bergantung pada sistem open dumping di Bantargebang. Kondisi ini dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Darurat sampah di DKI memerlukan penanganan cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sampah Jakarta mendapat perhatian khusus dari Presiden. Dia mengaku, hampir setiap pekan menerima telepon dari Presiden yang menanyakan perkembangan penanganan sampah, terutama di Bantargebang.
Pemerintah pun didorong untuk menghadirkan solusi konkret. Salah satu langkah yang ditempuh adalah kerja sama pembangunan PSEL di Jakarta.
Proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sistem open dumping sekaligus menekan volume sampah di Bantargebang.
Baca juga : UMKM Dan Ekraf Sinergi Entaskan Kemiskinan
Zulhas optimistis percepatan program tersebut mampu mengatasi persoalan sampah Jakarta dalam beberapa tahun ke depan. Dia menargetkan, dalam dua tahun kondisi sampah di Ibu Kota sudah jauh lebih terkendali.
“Sampah yang selama ini menumpuk dan berbau akan kita ubah menjadi listrik yang bermanfaat,” ujarnya.
Zulhas menjelaskan, sebelumnya pembangunan PSEL berjalan lambat. Dalam kurun waktu 11 tahun, hanya satu proyek yang terealisasi. Namun, setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, percepatan mulai terlihat. Perpres tersebut mengatur Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Dalam enam bulan sejak Perpres terbit, sudah ada tiga lokasi siap konstruksi, yakni Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi,” jelasnya.
Selain itu, satu proyek PSEL di Palembang yang menggunakan regulasi sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Secara keseluruhan, terdapat 14 lokasi lain yang telah ditetapkan untuk pengembangan PSEL di berbagai daerah.
Baca juga : Lantik Pengurus IKKB, OSO: Perkuat Sinergi & Kolaborasi Lintas Daerah
Zulhas menyebut, sesuai mandat Perpres 109/2025, pemerintah menyederhanakan prosedur, serta memperjelas pembagian peran antar pihak. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Danantara Indonesia, PLN, dan badan usaha akan terlibat dalam percepatan proyek. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Selasa, 5 Mei 2026 dengan judul "Pemerintah Gandeng Pemprov DKI Dan Danantara, MoU PSEL Jadi Lompatan Besar Atasi Darurat Sampah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya