Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dewan Kawal Program Sekolah Swasta Gratis
Duh, 22 Ribu Anak Di Jakut Tak Mengenyam Pendidikan
Selasa, 5 Mei 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyerukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar memanfaatkan program sekolah swasta gratis untuk memperkecil jumlah anak belum sekolah. Sebab, ternyata jumlah anak belum mengenyam pendidikan di Ibu Kota cukup tinggi.
Salah satu contohnya, anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Jakarta Utara (Jakut). Jumlahnya mencapai angka mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), saat ini terdapat sekitar 22 ribu anak di wilayah tersebut yang belum mengenyam pendidikan.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian memita Pemprov DKI segera bergerak cepat mengatasi persoalan tersebut, agar tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas.
“Tingginya angka ATS di Jakarta Utara harus mendapat perhatian serius. Kalau anak-anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak, mereka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan dan berpotensi memicu masalah sosial,” ujar Justin, Minggu (3/5/2026).
Untuk memperkecil angka ATS, lanjut Justin, program sekolah swasta gratis yang tengah digulirkan Pemprov DKI harus dikawal secara ketat.
Baca juga : Turnamen ATP Master 1000, Sinner Cetak Sejarah Juara 5 Kali Beruntun
Karena, program tersebut berpotensi memperluas akses pendidikan. Asalkan, implementasinya berjalan transparan dan akuntabel. “Jangan sampai anggaran besar ini disalahgunakan, apalagi sampai terjadi korupsi. Dari awal harus dicegah praktik diskriminasi maupun pungli di sekolah swasta gratis,” tandasnya.
Namun, dia mengingatkan, keberhasilan program itu tidak hanya bergantung pada Pemprov DKI. Sebab, peran orangtua sangat krusial dalam memastikan anak-anak tetap bersekolah.
“Masalah pendidikan tidak hanya di sekolah. Ada faktor sosial dan budaya. Masih ada anak bolos yang dibiarkan orangtuanya. Bahkan, ada yang tidak mendapatkan pendidikan etika di rumah, hingga berujung perun dungan atau perkelahian,” jelasnya.
Baca juga : Syifa Hadju, Santai Dituding Niru Kakak Ipar
Justin menilai, lemahnya pengawasan orangtua juga berkontribusi terhadap berbagai kenakalan remaja, seperti tawuran hingga balap liar. Karena itu, dia mendorong kerja sama antara sekolah dan keluarga siswa.
“Pendidikan di rumah dan di sekolah harus sejalan. Kalau tidak, pendidikan tidak akan efektif dan potensi putus sekolah tetap ada,” kata politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya