Dark/Light Mode

Menkeu: Rasio Utang RI Masih Aman, Lebih Rendah Dari Malaysia Dan Jepang

Selasa, 12 Mei 2026 07:30 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah), didampingi Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kiri) dan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang UMKM Ubaidillah Amin menyampaikan keterangan pers mengenai kebijakan perpajakan di Jakarta, Senin (11/5/2026). (Foto: Kharizal Anwar/RM)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah), didampingi Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kiri) dan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang UMKM Ubaidillah Amin menyampaikan keterangan pers mengenai kebijakan perpajakan di Jakarta, Senin (11/5/2026). (Foto: Kharizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang pemerintah Indonesia masih berada pada level aman, yakni sebesar 40,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026.

Menurut Purbaya, angka tersebut masih jauh di bawah batas rasio utang sebesar 60 persen terhadap PDB sebagaimana acuan dalam Maastricht Treaty maupun ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

“Kalau kita lihat Maastricht Treaty, atau acuan yang paling ketat di Eropa, rasio utang ke PDB dibatasi 60 persen. Kita masih jauh, jadi masih aman,” ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Baca juga : Percepatan ISPO Petani Butuh Dukungan Pendanaan Dan Kelembagaan

Ia menjelaskan, posisi rasio utang Indonesia juga masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Purbaya mencontohkan Malaysia saat ini memiliki rasio utang di atas 60 persen terhadap PDB, sedangkan Singapura hampir mencapai 180 persen terhadap PDB.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pemerintah Indonesia mengelola utang secara disiplin, hati-hati, dan terukur.

Baca juga : 2 Menteri Menyambut, Siswa Makin Semangat

“Kita termasuk yang paling hati-hati dibanding negara-negara lain, dibanding Amerika Serikat juga, dibanding Jepang juga,” katanya.

Karena itu, Purbaya meminta masyarakat melihat kondisi utang pemerintah secara komparatif dan tidak hanya menilai dari nominal utang semata.

“Jadi lihat dari sisi komparatifnya,” ujar dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.