Dark/Light Mode

Lokakarya Membaca Nyaring: Upaya Kemendikdasmen Bangun Kebiasaan Literasi Dini

Rabu, 13 Mei 2026 18:35 WIB
Foto: Kemendikdasmen.
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penguatan budaya literasi sejak usia dini melalui kebiasaan membaca nyaring atau read aloud.

Upaya ini dinilai penting untuk menumbuhkan minat baca anak di tengah tingginya penggunaan gawai.

Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen menggelar Lokakarya Membaca Nyaring bertema “Membaca Buku Menumbuhkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Buku Nasional 2026. Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, mengatakan kebiasaan membacakan buku kepada anak memiliki manfaat besar, mulai dari melatih kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini.

Baca juga : Forum Nasional Perempuan: Ketahanan Bangsa Ditentukan Lingkungan-Literasi AI

Menurutnya, rendahnya minat baca masyarakat Indonesia menjadi perhatian bersama, terutama di tengah tingginya penggunaan gawai pada anak-anak.

“Kita seperti menjadi korban teknologi. Penggunaan gawai sudah luar biasa, bahkan bisa mencapai 6–7 jam per hari dan termasuk tertinggi di dunia. Karena itu sangat relevan ketika hari ini kita membangun budaya senang membaca, terutama kepada anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebiasaan membaca merupakan investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda. Anak-anak yang tumbuh bersama buku, kata dia, akan memiliki pola pikir lebih terbuka, rasa ingin tahu tinggi, serta kemampuan komunikasi dan empati yang lebih baik.

Masmidah juga mengingatkan bahwa budaya membaca tidak tumbuh dengan sendirinya. Anak perlu didampingi dan diberi contoh agar menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian.

Baca juga : Membangun Budaya Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

“Marilah kita jadikan gerakan literasi sebagai gerakan bersama. Hadirkan lebih banyak ruang membaca, lebih banyak cerita untuk anak-anak, dan lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka mengenal dunia melalui buku,” imbaunya.

Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menyebut kegiatan ini sejalan dengan program prioritas pemerintah, khususnya dalam mendukung “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang salah satunya adalah membaca.

Menurut Marlina, lokakarya ini bertujuan memperkuat budaya literasi sejak dini sekaligus membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

"Tujuan kegiatan ini adalah menguatkan peran sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini, memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru serta koordinator kelas mengenai metode read aloud yang efektif dan menyenangkan, serta menumbuhkan kesadaran bahwa literasi adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Baca juga : Stok Pangan Cukup, Harga Stabil: Petani hingga Konsumen Bahagia saat Lebaran

Sementara itu, Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Muhammad Yusro, menilai pembiasaan membaca penting untuk meningkatkan kemampuan anak memahami informasi dan berpikir kritis di era digital.

“Di tengah perkembangan teknologi digital dan beragam distraksi yang ada, minat membaca perlu terus ditumbuhkan melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak,” ujarnya.

Ia juga mengajak orang tua dan guru meluangkan waktu membaca bersama anak sebagai langkah sederhana yang dapat membawa perubahan besar.

Lokakarya tersebut diikuti 130 peserta dari 31 TK dan SD di Jakarta, yang terdiri atas guru, koordinator kelas, dan perwakilan orang tua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.