Dark/Light Mode

Lemhannas Yakin Ekonomi RI Tahan Guncangan Global, Target 8 Persen Realistis

Selasa, 26 Mei 2026 18:57 WIB
Foto: Lemhannas.
Foto: Lemhannas.

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily optimistis perekonomian Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan geopolitik global yang terus memanas.

Bahkan, target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai realistis untuk dicapai.

Hal tersebut disampaikan Ace Hasan saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII Lemhannas RI di Jakarta, Selasa. Menurut Ace, seminar bertema

“Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global” itu menjadi bagian akhir proses pendidikan peserta P3N yang telah berlangsung selama tiga setengah bulan.

“Tema ini sangat relevan di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian dan berdampak terhadap geoekonomi kita,” ujar Ace.

Baca juga : Hana Bank Cetak Laba Bersih Rp 200,78 Miliar

Ia menegaskan, meski ekonomi dunia mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tetap positif di angka 5,61 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga optimisme nasional.

“Tren positif yang dicapai Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo harus terus dijaga,” katanya.

Ace mengungkapkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen sebagai tahapan menuju target 8 persen pada 2029.

“Bagi kami itu target yang realistis. Momentum ini harus terus diupayakan bersama,” tegasnya.

Dalam seminar tersebut, Lemhannas mendorong lahirnya berbagai rumusan langkah strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Baca juga : Prabowo Bidik Ekonomi RI Tumbuh 6,5 Persen Tahun Depan

Menurut Ace, Indonesia memiliki modal besar berupa pasar domestik yang kuat dan sumber daya alam melimpah.

Namun, ia menekankan perlunya kebijakan lintas sektor yang sinergis untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah volatilitas global.

“Bagaimana sistem keuangan, pasar modal, dan perbankan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lahir dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ace juga menegaskan pembangunan ekonomi nasional harus tetap berpijak pada sistem ekonomi konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung dampak konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz terhadap rantai pasok energi global yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Baca juga : BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi Di Industri

Meski demikian, pemerintah disebut tetap berupaya menjaga agar masyarakat tidak terbebani dampak gejolak global tersebut.

“Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dan memastikan pasokan LPG serta kebutuhan rumah tangga tetap tersedia,” ucap Ace.

Ia menambahkan, hasil seminar nasional tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis untuk disampaikan kepada pemerintah dan Presiden sebagai kontribusi peserta pendidikan Lemhannas.

Menurut Ace, pendidikan di Lemhannas menjadi wadah integrasi berbagai unsur pimpinan nasional, mulai dari TNI, Polri, kementerian, akademisi, hingga pelaku usaha.

“Membangun Indonesia tidak bisa sendiri. Ini tugas seluruh komponen bangsa,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.