Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pesparawi 2026 di Manokwari Usung Semangat Ramah Lingkungan dan Persaudaraan
Selasa, 2 Juni 2026 16:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama akan menggelar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.
Perhelatan nasional yang akan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi ini mengusung semangat ramah lingkungan sekaligus memperkuat persaudaraan, persatuan, dan moderasi beragama di tengah keberagaman bangsa.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan hal tersebut saat menghadiri Kick Off Pesparawi Nasional XIV yang digelar secara hybrid di kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut menandai dimulainya seluruh rangkaian persiapan menuju penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Jacob Fonataba.
Lalu, pimpinan aras gereja nasional, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), serta jajaran pejabat Kementerian Agama.
Baca juga : Indonesia Open 2026 Siap Digelar, 248 Pebulu Tangkis Dunia Ramaikan Istora GBK
Acara juga diikuti secara daring oleh para Kepala Bidang/Pembimbing Masyarakat Kristen dan pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) dari seluruh Indonesia. Usung Tema Ramah Lingkungan Pesparawi Nasional XIV mengangkat tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”.
Menurut Nasaruddin Umar, kegiatan keagamaan harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Karena itu, penyelenggaraan Pesparawi akan menerapkan berbagai praktik ramah lingkungan, seperti penggunaan tumbler pribadi, pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah yang baik, serta penerapan pola hidup berkelanjutan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
“Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” ujar Menag.
Selain mengusung kepedulian terhadap lingkungan, Pesparawi juga diharapkan menjadi ruang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan bangsa melalui seni musik gerejawi yang berakar pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Menurut Menag, harmoni dalam kehidupan berbangsa dapat dianalogikan dengan sebuah paduan suara yang terdiri atas berbagai suara berbeda, namun mampu menghasilkan keindahan ketika menyatu dalam satu tujuan.
Baca juga : Didier Deschamps Bidik Sejarah Baru Bersama Prancis
“Pesparawi mengingatkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman. Harmoni tercipta ketika berbagai suara yang berbeda mampu berpadu dalam satu tujuan yang sama. Semangat inilah yang harus terus kita rawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucapnya.
“Sebagaimana sebuah paduan suara menghasilkan keindahan melalui perpaduan berbagai suara yang berbeda, demikian pula Indonesia menjadi kuat karena keberagaman yang mampu dirajut dalam kebersamaan,” lanjutnya.
Menag juga berharap penyelenggaraan Pesparawi dapat memberikan dampak positif terhadap penghayatan dan pendalaman nilai-nilai spiritual umat.
“Dengan adanya Pesparawi ini diharapkan iman kita masing-masing, umat beragama akan bertambah dalam proses pengakaran keimanan itu sendiri,” ungkapnya.
“Dan harapan kita semoga pesan-pesan spiritual seperti ini bisa menancapkan kekuatan iman bagi para pemeluknya masing-masing,” sambung Menag.
Pesparawi Nasional XIV akan memperlombakan 12 kategori yang menampilkan kekayaan seni paduan suara dan musik gerejawi dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga : Revitalisasi Sekolah di Manokwari Bangkitkan Harapan Murid Papua
Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung mengatakan, kegiatan kick off menjadi momentum dimulainya seluruh tahapan persiapan dan pengorganisasian Pesparawi Nasional XIV.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, LPPN, gereja-gereja, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan suksesnya penyelenggaraan acara.
“Kick Off ini menjadi momentum untuk menyampaikan kepada publik bahwa seluruh tahapan persiapan dan pengorganisasian Pesparawi Nasional XIV telah dimulai. Kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” ucapnya.
Pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV didasarkan pada Peraturan Menteri Agama Nomor 19 tentang Pembentukan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) serta Keputusan Menteri Agama Nomor 285 Tahun 2025 yang menetapkan Papua Barat sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Kementerian Agama berharap, Pesparawi Nasional XIV tidak hanya sukses sebagai ajang seni paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat moderasi beragama.
Lalu, memperkokoh persatuan bangsa, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, serta menghadirkan wajah Indonesia yang damai, harmonis, dan penuh kasih di tengah keberagaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya