Dark/Light Mode

Asman Abnur Sambut Menteri P2MI di BTP, Energi Baru Pekerja Migran Hospitality

Selasa, 9 Juni 2026 14:19 WIB
Foto: Kementerian P2MI.
Foto: Kementerian P2MI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja ke Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP), Senin (8/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), sekaligus peresmian Migrant Center yang berpusat di Auditorium BTP.

Mukhtarudin mengapresiasi langkah cepat BTP yang langsung merealisasikan kerja sama melalui pembentukan Migrant Center setelah penandatanganan kesepakatan formal.

“Perkembangan ini cepat. Begitu kita MoU dan PKS, langsung meresmikan Migrant Center-nya. Tentu kita akan membangun ekosistem hulu pekerja migran yang skilled workers atau tenaga kerja ahli. Dan di sinilah fokusnya, yaitu di bidang hospitality,” ujar Mukhtarudin usai meninjau fasilitas kampus.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA H. Asman Abnur, Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, dan Ketua Yayasan VITKA Astika Mutiarazma.

Hadir pula Ketua Badan Pelaksana Operasional Yayasan VITKA Alvidyan Virgaazman, Direktur BTP Siska Amelia Maldin, Wakil Rektor I ITEBA Dr. Eng Ansarullah Lawi, serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan.

Mukhtarudin menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi ideal antara pemerintah sebagai regulator dan perguruan tinggi vokasi sebagai penyedia tenaga kerja terampil.

Baca juga : Menteri Anne Aly Rajut Jembatan RI-Australia

Menurutnya, pemerintah saat ini terus memperkuat ekosistem pekerja migran melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga pendidikan tinggi.

Kementerian P2MI juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi serta 12 kementerian yang memiliki politeknik kedinasan di bidang pertambangan, pariwisata, kesehatan, perhubungan, hingga perikanan.

“Pemerintah menciptakan iklim yang memfasilitasi sektor riil. Penempatan dilakukan melalui skema resmi yang disiapkan pemerintah, baik Government to Government (G-to-G) maupun skema prosedural lainnya,” jelasnya.

Mukhtarudin, menilai Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi di tengah tren penuaan populasi (aging population) yang terjadi di sejumlah negara maju seperti Jepang dan negara-negara Eropa.

Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura, sehingga berpotensi menjadi pusat pengembangan tenaga kerja profesional berstandar internasional.

“Dampaknya bukan hanya hilirisasi SDM, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan daya beli masyarakat. Ekosistem ini dapat mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, serta memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, pekerja migran saat ini merupakan pejuang devisa negara yang memberikan kontribusi besar melalui remitansi.

Baca juga : Kementerian P2MI Perkuat Pelindungan Pekerja Migran

Melihat kualitas mahasiswa BTP yang telah menjalani program magang internasional di berbagai negara Asia dan Australia, Mukhtarudin mendorong kampus tersebut segera membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Menurutnya, keberadaan P3MI akan menjadikan BTP sebagai pusat layanan terpadu atau one stop service bagi mahasiswa yang ingin berkarier di dalam maupun luar negeri.

“Saya sarankan segera membentuk dan menyiapkan P3MI. Sehingga terjadi one stop service di BTP. Jadi orang berpikir kuliah di BTP saja karena jalur untuk bekerja di luar negeri secara prosedural sudah disiapkan,” ujarnya.

Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA, Asman Abnur, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan, momentum ini bertepatan dengan pencapaian penting yang diraih BTP, yakni peningkatan status akreditasi dari “Baik Sekali” menjadi “Unggul”.

Menurut mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) itu, capaian tersebut akan memperkuat daya saing BTP di tingkat internasional.

“Batam Tourism Polytechnic kini telah meraih akreditasi Unggul. Dengan status ini, mudah-mudahan kita semakin percaya diri untuk bersaing di kancah internasional,” ujar Asman.

Yayasan VITKA sendiri merupakan lembaga pendidikan nirlaba yang membawahi Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan Institut Teknologi Batam (ITEBA).

Baca juga : Warga Heboh Sambut Kedatangan Prabowo di Bandung: Pak Minta Foto!

Melalui SDM Profesional, Asman menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan keterampilan menjadi kunci agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan tidak lagi dipandang hanya sebagai pekerja sektor informal di luar negeri.

“Skill itu nomor satu. Kita harus membuktikan bahwa lulusan Indonesia adalah tenaga profesional yang dicari pasar global,” tegasnya.

Ia juga menyambut baik peresmian Migrant Center dan dorongan pembentukan P3MI di lingkungan BTP. Menurutnya, kehadiran Menteri P2MI langsung ke kampus menjadi suntikan semangat bagi seluruh civitas akademika.

“Dengan kehadiran Pak Mukhtarudin di kampus kami, ini menjadi energi yang sangat baik bagi Yayasan VITKA dan BTP untuk terus bergerak maju menyiapkan jalur formal dan prosedural bagi anak-anak bangsa yang ingin berkarier di dunia internasional,” pungkas Asman Abnur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.