Dark/Light Mode

Wamen Fajar Ajak Industri Energi Hijau Bantu Pendidikan

Rabu, 27 Mei 2026 12:21 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menghadiri kick off BYD Small Steps for Tomorrow di SDN Pondok Petir 03, Depok, Selasa (26/5/2026). Dok. Kemendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menghadiri kick off BYD Small Steps for Tomorrow di SDN Pondok Petir 03, Depok, Selasa (26/5/2026). Dok. Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak industri energi terbarukan ikut memperkuat dunia pendidikan melalui gerakan Partisipasi Semesta. Menurut dia, kehadiran industri yang membawa visi keberlanjutan juga harus memberi dampak sosial bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak.

Hal itu disampaikan Fajar saat menghadiri kick off program BYD Small Steps for Tomorrow di SDN Pondok Petir 03, Depok, Selasa (26/5/2026). Program kolaborasi BYD Motor Indonesia bersama Benih Baik tersebut menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan sepatu kepada siswa sekolah dasar.

Program itu menyasar 12 sekolah di sejumlah daerah, mulai dari Depok, Bogor, Bekasi, Serang, Semarang, Kediri, Bali hingga Lampung.

“Kegiatan ini perlu kita apresiasi karena wujud timbal balik yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Ketika perusahaan tumbuh dan berinvestasi di Indonesia, maka kehadirannya juga perlu memberi dampak bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung dunia pendidikan,” ujar Fajar.

Menurut dia, pendidikan bermutu tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dunia usaha, filantropi, sekolah, guru, orang tua hingga masyarakat luas perlu terlibat dalam membangun ekosistem pendidikan nasional.

Baca juga : Spirit Haji sebagai Energi Peradaban Indonesia

“Dukungan ini sangat bermakna karena menjadi bukti partisipasi masyarakat terhadap pendidikan nasional. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan,” katanya.

Fajar menilai program tersebut sejalan dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2026, yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema itu, kata dia, mencerminkan gagasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti tentang pentingnya kerja bersama seluruh elemen bangsa dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga mengaitkan program itu dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), terutama revitalisasi sekolah dan penguatan Papan Interaktif Digital (PID).

“Bapak Presiden Prabowo saat ini sangat total dalam memajukan pendidikan. Melalui program revitalisasi sekolah, anak-anak didorong belajar di ruang yang aman, nyaman, dan layak,” ungkapnya.

Menurut Fajar, bantuan tas dan sepatu untuk siswa bukan sekadar pemberian barang. Perlengkapan sekolah yang layak dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat anak-anak untuk datang ke sekolah.

Baca juga : FISIP UNAS Gelar Diskusi Kritis Soal Masa Depan Pendidikan

“Sepatu dan tas ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi anak-anak, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka diperhatikan. Anak yang merasa diperhatikan akan lebih percaya diri. Dan anak yang percaya diri akan lebih siap dalam belajar,” ujarnya.

Fajar mengatakan pemerintah memang telah memiliki berbagai program bantuan pendidikan, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP). Namun kebutuhan di lapangan, kata dia, masih perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga filantropi.

“Pemerintah punya PIP untuk membantu anak-anak memenuhi kebutuhan sekolah. Tetapi tentu masih ada ruang yang bisa diisi bersama. Di sinilah Benih Baik dan BYD mengambil peran penting,” jelasnya.

Ia juga menilai visi BYD dalam pengembangan energi terbarukan dan mobilitas listrik sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri yang digagas pemerintah. Karena itu, anak-anak dinilai perlu diperkenalkan sejak dini dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.

“Anak-anak perlu mengenal lingkungan, memahami tantangan pemanasan global, dan terbiasa dengan budaya sekolah yang aman, sehat, resik, dan indah,” katanya.

Baca juga : Wamenkeu Juda Agung: Industri Fintech Harus Bisa Jaga Kepercayaan Publik

Sementara itu, President Director BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan pihaknya senang bisa ikut berkontribusi bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Ia mengenang masa kecilnya di Tiongkok yang saat itu belum menikmati fasilitas pendidikan modern seperti saat ini.

“Anak-anak Indonesia hari ini memiliki banyak kesempatan. Kalian bisa menjadi apa pun yang kalian cita-citakan,” ujar Eagle.

Menutup sambutannya, Fajar berharap program BYD Small Steps for Tomorrow tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia ingin program tersebut diperluas hingga menjangkau wilayah 3T, pesisir, pegunungan hingga daerah perbatasan.

“Program ini langkah kecil, tetapi berdampak besar jika dilakukan berkelanjutan dan diperluas jangkauannya hingga ujung-ujung negeri,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.