Dark/Light Mode

Qodari: Riset Bappenas Tunjukkan MBG Tekan Jumlah Siswa Lapar Di Sekolah

Kamis, 18 Juni 2026 10:54 WIB
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan paparan dalam konferensi pers mengenai Program Prioritas serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Nasional di tengah perubahan iklim di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyampaikan paparan dalam konferensi pers mengenai Program Prioritas serta Penguatan Ketahanan Energi dan Pangan Nasional di tengah perubahan iklim di Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan hasil riset Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menurunkan secara signifikan jumlah siswa yang mengalami kelaparan saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Berdasarkan riset Bappenas, sebelum ada MBG sebanyak 56 persen siswa mengikuti pelajaran dalam kondisi lapar. Setelah program berjalan, angkanya turun menjadi 16 persen,” kata Qodari di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, penurunan tersebut menunjukkan dampak positif program MBG terhadap kondisi siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, proporsi siswa yang mengikuti pelajaran dalam kondisi kenyang juga meningkat hampir dua kali lipat, dari 43 persen sebelum MBG menjadi 84 persen setelah program diterapkan.

Baca juga : Dimulai, Fase Kepulangan Jemaah Haji Dari Madinah

Qodari mengatakan, program MBG juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas konsumsi gizi anak. Berdasarkan data Bappenas, konsumsi buah meningkat dari 26 persen menjadi 84 persen setelah program berjalan.

“Mayoritas anak sebelumnya tidak mengonsumsi buah. Sekarang angkanya naik menjadi 84 persen,” ujarnya.

Peningkatan juga terjadi pada konsumsi protein hewani. Data Bappenas menunjukkan konsumsi protein hewani siswa naik dari 65 persen menjadi 90 persen. 

Baca juga : Program MBG Tidak Dihentikan Tapi Diperbaiki

Menurut Qodari, asupan gizi yang lebih baik diharapkan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan kognitif anak.

Di sektor ekonomi, ia mengatakan program MBG turut memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok. Sebanyak 86 persen pemasok melaporkan mengalami peningkatan omzet sejak program dijalankan.

Ia menjelaskan mayoritas pemasok MBG berasal dari pelaku usaha lokal, dengan komposisi 62 persen berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 18 persen dari koperasi, dan 14 persen dari pemasok tingkat provinsi.

Baca juga : Lahap, Prabowo Santap MBG Bareng Siswa Sekolah Rakyat di Bali

Qodari juga menyebut mayoritas sekolah memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan program tersebut. Sebanyak 93 persen sekolah menyatakan tata kelola MBG berjalan dengan baik, sementara menu inti yang terdiri atas nasi, protein hewani, dan sayuran telah terpenuhi di 96 persen sekolah.

“Jadi sebetulnya banyak aspek positif dari MBG ini. Sisi yang masih kurang tentu perlu diperbaiki, sementara manfaat yang sudah dirasakan perlu terus ditingkatkan,” kata Qodari.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.