Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pesan Presiden di HUT Bhayangkara
Kritik Dibutuhkan, Tapi Tidak Boleh Merusak Demokrasi
Kamis, 2 Juli 2026 08:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kritik dibutuhkan agar pembangunan berjalan dengan baik. Namun, kebebasan menyampaikan kritik tidak boleh disalahgunakan sehingga merusak demokrasi.
Hal itu disampaikan Prabowo di perayaan HUT ke-80 Bhayangkara, di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 dihadiri banyak tokoh. Di antaranya Wapres Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-7 RI Jokowi, Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, jajaran Kabinet Merah Putih, Pimpinan MPR, Pimpinan DPR, dan Pimpinan DPD.
Perayaan Hari Bhayangkara ini berjalan meriah. Di antaranya, ada pertunjukan terjun payung oleh personel Polri dan aksi paralayang bermesin yang menghiasi langit Cikeas, defile pasukan serta peragaan kesiapan personel Polri, expo Peralatan Khusus (Alsus) dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) produksi dalam negeri, penampilan marching band dan berbagai kesenian daerah, serta pemberian tanda kehormatan.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, pembangunan demokrasi harus terus diperkuat dengan menjunjung tinggi kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Kritik memiliki peran penting sebagai pemantik pemerintah untuk memperbaiki berbagai kebijakan.
"Kita menghormati kritik. Kritik penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," ucap Kepala Negara.
Namun, Prabowo mengingatkan, kritik yang disampaikan jangan sampai merusak demokrasi. Demokrasi harus dijaga dari berbagai bentuk penyalahgunaan yang justru merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," tegasnya.
Prabowo melanjutkan, demokrasi harus berdiri di atas nilai-nilai bangsa Indonesia. Perbedaan pendapat tidak boleh berkembang menjadi kebencian, apalagi menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat.
"Perbedaan jangan menjadi sumber perpecahan. Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita," tekannya.
Baca juga : Penerimaan Siswa Baru Di Jakarta Berjalan Baik
Khusus untuk Polri, Prabowo mengingatkan agar terus menjadi institusi yang menjaga kualitas demokrasi. Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, Polri memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara damai. Pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara.
Karena itu, Prabowo meminta jajaran kepolisian menjaga kepercayaan masyarakat. "Jagalah kepercayaan rakyat. Karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," terangnya.
Prabowo juga meminta Polri selalu hadir untuk rakyat. Tugas Polri adalah melindungi, mengayomi, dan melayani rakyat. Sebab, seluruh perlengkapan yang digunakan aparat negara berasal dari rakyat.
"Datanglah ketika rakyat membutuhkan. Dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat. Ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat, semua perlengkapan kita dari rakyat. Karena itu, kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," pesan Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik.
“Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum," tekannya.
Prabowo lalu meminta seluruh personel Polri terus meningkatkan kompetensi. Terutama ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan. Polri juga harus memperkuat sinergi dengan TNI, Pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen bangsa.
"Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," imbuh mantan Menteri Pertahanan ini.
Selain itu, Prabowo mengingatkan seluruh anggota Polri agar tidak lengah menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks. Sebab, dinamika global dan perkembangan teknologi membuat berbagai bentuk kejahatan terus berkembang. "Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," pesannya.
Baca juga : AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
Prabowo melihat, konflik dan ketegangan yang terjadi di berbagai belahan dunia turut berdampak terhadap Indonesia. Di saat yang sama, kemajuan teknologi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya.
"Tantangan kita tidak semakin ringan. Dunia penuh konflik dan ketegangan. Perang di satu belahan bumi berpengaruh kepada kita. Kejahatan pun semakin canggih dan terus berubah. Teknologi dapat dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," tutur Prabowo.
Menurut Prabowo, ancaman yang dihadapi Indonesia tidak hanya berasal dari narkotika, tetapi juga judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan dan perkebunan ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan ekonomi yang merugikan negara.
"Praktik-praktik white-collar crime sangat merugikan bangsa kita," jelas Prabowo.
Prabowo Puji Polri
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri bersama kementerian/lembaga terkait yang berhasil membongkar ribuan kasus non-kekerasan. Ia berharap, berbagai capaian tersebut tidak boleh membuat Polri cepat berpuas diri.
Prabowo yakin, stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama bagi keberhasilan transformasi nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Indonesia tidak akan mencapai kemakmuran tanpa stabilitas keamanan.
Pemerintah sedang menjalankan transformasi di berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan, hingga energi. Seluruh agenda tersebut bertujuan mewujudkan Indonesia sebagai negara mandiri. Peran Polri sangat penting dan strategis dalam mengawal keberhasilan pembangunan nasional.
Prabowo menjelaskan, sejarah menunjukkan bahwa negara yang memiliki institusi kepolisian yang unggul cenderung mampu bertahan dan berkembang. "Sebaliknya, negara-negara yang gagal di antaranya adalah tidak mampu memiliki kepolisian yang baik," ucapnya.
Mantan Danjen Kopassus ini juga mengapresiasi upaya Polri yang terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme guna menjadi institusi yang semakin dipercaya masyarakat. "Saya melihat sendiri bagaimana Polri terus bertransformasi, memperbaiki diri dan bekerja keras membangun kepolisian yang unggul dan didambakan rakyat Indonesia," pungkas Prabowo.
Komitmen Kapolri
Baca juga : Dilanda Panas Esktrem, 1.300 Orang Meninggal: Eropa Terpanggang
Dalam perayaan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Korps Bhayangkara dalam mendukung percepatan program swasembada pangan dan energi yang menjadi arahan Presiden Prabowo.
“Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi. Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” ucapnya, saat menyampaikan pidato.
Kapolri kemudian membeberkan berbagai inisiatif yang dilakukan institusinya dalam mendukung program tersebut. Mulai dari pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan Pemerintah dan hasil panen, hingga menjalin kerja sama dengan bank-bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.
“Bersama Kementerian Pertanian, stakeholder terkait, dan 30.548 poktan (kelompok tani), kami terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare,” terang Kapolri.
Sejak 2025 hingga kuartal II-2026, Polri telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton jagung. Polri juga memfasilitasi 30 kelompok tani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
“Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektare,” jelas Sigit.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, Polri menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik presisi berbahan eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, serta pengembangan pupuk presisi berbasis batu bara yang mampu meningkatkan pH tanah sekaligus memulihkan unsur hara.
Selain itu, Polri terus mengembangkan sumber pangan dan rantai pasok pangan mandiri melalui pembangunan greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing, dan ayam, serta gudang sentral bahan pasok.
“Melalui langkah tersebut, Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal,” pungkas Kapolri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya