Dark/Light Mode

Forbisda 2026, Apkasi Dorong Raksasa Bisnis Nasional Lirik Potensi Kabupaten

Minggu, 5 Juli 2026 16:06 WIB
Foto: APKASI.
Foto: APKASI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mendorong penguatan perdagangan antardaerah dan hilirisasi komoditas sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026, Apkasi mempertemukan pemerintah kabupaten dengan pelaku usaha besar untuk membuka peluang investasi, memperkuat rantai pasok pangan, sekaligus menekan inflasi daerah.

Forum yang merupakan hasil kerja sama Apkasi dan Kadin Indonesia itu digelar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-26 Apkasi.

Selain menjadi ruang diskusi, Forbisda 2026 juga menghasilkan sejumlah kesepakatan dagang antardaerah dan antarpelaku usaha.

Rangkaian kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat perdagangan domestik, mendorong hilirisasi komoditas, mempersingkat rantai distribusi pangan, sekaligus mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa kesepakatan yang ditandatangani antara lain kerja sama perdagangan antara Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun dalam pengendalian inflasi daerah.

Baca juga : Dirjen Keuda Kemendagri Dorong Basis Data Potensi Pajak untuk Perkuat PAD

Kerja sama serupa juga dijalin antara Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Langkat untuk meningkatkan volume perdagangan regional.

Dari sektor swasta, turut ditandatangani kerja sama perdagangan komoditas hortikultura bawang merah antara PT Juma Berlian dari Sumatera Utara dan CV Sudah Ada dari Kabupaten Brebes.

Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan Apkasi memiliki peran strategis sebagai jembatan perdagangan antardaerah sekaligus penghubung antara pemerintah kabupaten dan dunia usaha.

"Apkasi memiliki peran strategis sebagai mediator perdagangan antardaerah. Kerja sama yang terbangun hari ini menjadi pintu awal untuk membuktikan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia dimulai dari daerah, yaitu kabupaten-kabupaten," ujar Bursah.

Bursah yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat menegaskan pentingnya menggeser orientasi pembangunan dari industri ekstraktif menuju hilirisasi komoditas hayati yang berkelanjutan.

Ia mencontohkan Kabupaten Lahat memiliki produksi kopi mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Menurutnya, industri pengolahan hasil pertanian seharusnya dibangun lebih dekat dengan sentra produksi di daerah dan tidak selalu terpusat di Pulau Jawa.

Mempertemukan Daerah dan Dunia Usaha

Baca juga : Habib Aboe Apresiasi Bareskirm Bongkar Judi Online Internasional Di Jakbar

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang menjelaskan Forbisda 2026 dirancang dalam dua sesi utama yang mempertemukan potensi daerah (supply) dengan kebutuhan dunia usaha (demand).

Pada sesi pertama, para kepala daerah mempresentasikan komoditas unggulan masing-masing. Bupati Banyuasin menawarkan potensi beras, kelapa dalam, dan udang.

Bupati Gorontalo mempromosikan daerahnya sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Deli Serdang memaparkan potensi sektor pertanian dan perkebunan sebagai kawasan penyangga Kota Medan.

Adapun Bupati Brebes memperkenalkan komoditas bawang merah yang menjadi penggerak utama ekonomi daerahnya.

Sesi kedua menghadirkan pelaku usaha nasional untuk memaparkan prospek perdagangan domestik sekaligus menjajaki peluang investasi secara langsung melalui skema business to business (B2B).

Baca juga : Peradi SAI Dorong Spesialisasi Profesi Advokat

Sejumlah pelaku usaha yang hadir antara lain Direktur Mitra Adiperkasa Handaka Santosa, Government Relations Alfamart Fatturachman, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Melalui pemaparan potensi komoditas dari para kepala daerah, pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin Indonesia diharapkan dapat langsung mengidentifikasi peluang investasi dan menjalin kerja sama bisnis dengan pemerintah kabupaten.

Didukung Pemerintah dan Kadin

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Azis Syamsudin menyatakan dunia usaha menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama di sektor logistik.

Meski demikian, besarnya pasar domestik Indonesia menjadi modal penting yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi antardaerah.

Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan yang hadir dalam forum tersebut mengapresiasi penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Forbisda 2026 turut dihadiri ratusan bupati dari seluruh Indonesia, Konsul Kehormatan Korea Selatan Parlindungan Purba, jajaran Kadin Sumatera Utara dan Aceh, serta para kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten se-Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.