Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 10 Pemain Tiga Singa Singkirkan Meksiko
- Bungkam Brazil, Erling Haaland: Ini Anugerah Tuhan
- BRINS Bayarkan Klaim Asuransi Rp950 Juta Untuk Korban Banjir Di Probolinggo
- Kapolri Ajak Brigade Persis Jaga Persatuan Demi Dukung Program Pemerintah
- Harry Kane Bangga Inggris Singkirkan Meksiko, Siap Tantang Norwegia
Indonesia Hadapi Perang Di Ruang Digital
Jaga Kekompakan, Jangan Terhasut Berita Tak Benar
Selasa, 7 Juli 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia tengah menghadapi perang di ruang digital. Ancaman disinformasi, fitnah dan ujaran kebencian berpotensi memecah belah bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta aktif memenuhi ruang digital dengan informasi yang benar dan membangun.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengimbau agar ancaman tersebut menjadi perhatian bersama karena berpotensi memecah belah bangsa.
Menurutnya, medan pertempuran pada era sekarang bukan lagi berlangsung secara fisik, melainkan telah bergeser ke ruang digital. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu lebih aktif menghadirkan informasi yang benar agar ruang digital tidak dipenuhi disinformasi.
“Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat. Jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah dan kebencian,” ujar Djamari dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).
Baca juga : Perpres No 111 Tahun 2025, PKB Setuju LGBTQ Ancaman Nonmiliter
Menurut dia, penyebaran informasi yang tidak benar di ruang digital menjadi ancaman serius. Terutama jika terus dikonsumsi generasi muda tanpa kemampuan menyaring informasi secara kritis. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi cara berpikir generasi penerus bangsa.
“Yang saya khawatirkan, kalimat-kalimat yang ada di situ diserap anak-anak kita sebagai penerus bangsa. Ini yang bisa merusak. Kita tidak bisa menitipkan bangsa ini kepada generasi muda yang mudah terhasut konten disinformasi, fitnah dan kebencian,” tegasnya.
Dia mengajak seluruh unsur Pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat bersama-sama memenuhi ruang digital dengan informasi yang benar, akurat dan membangun.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
Baca juga : Ngeri, Penipuan Digital Capai 608 Ribu Kasus
Selain di ruang digital, Djamari menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kerja sama dalam bidang lain. Termasuk ekonomi.
Menurut dia, terciptanya iklim yang kondusif bagi investor bukanlah hasil kerja satu pihak atau satu pemerintahan semata, melainkan buah sinergi seluruh elemen bangsa.
“Pertumbuhan ekonomi harus juga dirasakan rakyat. Pertumbuhan ekonomi setinggi apa pun pada akhirnya bertujuan mensejahterakan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.
Sebagai contoh, Djamari mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari tujuh persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Baca juga : Menperin: Ini Alarm Keras Untuk Perketat K3 Nasional
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menciptakan stabilitas keamanan dan kepastian yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.
“Ini suatu penciptaan kondisi yang memungkinkan dan memberikan kenyamanan, sehingga para investor mau datang. Saya memuji dan menghargai itu,” katanya. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 7 Juli 2026 dengan judul "Indonesia Hadapi Perang Di Ruang Digital Jaga Kekompakan, Jangan Terhasut Berita Tak Benar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya