Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah
- Terima Ancaman Bom, SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Disisir Densus 88
- TikTok Perkuat Transparansi dan Literasi Konten Buatan AI
- PGN Sebut Jaringan Gas Sumatera Makin Kuat, Investor Diajak Lihat Langsung
- Disebut sebagai Sahabat, Kapolri Panggil Jaksa Agung Kakak Asuh
Wamen Fajar: MPLS Ramah Harus Menumbuhkan Mimpi Anak
Senin, 13 Juli 2026 19:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak cukup hanya bebas dari perpeloncoan dan kekerasan. Menurutnya, MPLS harus menjadi ruang bagi murid baru untuk mengenali potensi diri, menumbuhkan mimpi, serta membangun kepercayaan diri dan semangat belajar.
Hal itu disampaikan Fajar saat memberikan motivasi kepada murid baru SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin (13/7/2026).
"MPLS bukan sekadar penyambutan. MPLS Ramah harus menumbuhkan mimpi, kepercayaan diri, dan semangat belajar. Setiap anak harus mulai membayangkan kelak akan menjadi apa dan manfaat apa yang dapat diberikan kepada masyarakat," ujar Fajar.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai anak guru dari keluarga sederhana di Sukabumi. Ia menceritakan bagaimana pada 1995 menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Program Khusus Darussalam, Ciamis, yang berjarak sekitar tujuh jam dari kampung halamannya.
Baca juga : Prabowo Tegaskan, Indonesia Harus Mampu Wujudkan Mimpi Tampil di Piala Dunia
Saat itu, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik atau menimba ilmu di Timur Tengah. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat impian tersebut tidak langsung terwujud.
"Saya tentu kecewa dan harus berdamai dengan kenyataan. Perjalanan hidup akhirnya membawa saya ke Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jalan hidup penuh kejutan dan tidak ada yang mengetahui ke mana ikhtiar akan membawanya," kenangnya.
Fajar mengatakan kegagalan melalui satu jalan bukan berarti akhir dari cita-cita. Setelah melalui perjalanan panjang di dunia pendidikan, organisasi, dan pengabdian, ia akhirnya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Saya tidak sedang memamerkan perjalanan hidup. Saya ingin mengatakan, jangan patah arah dan jangan berputus asa. Jalan menuju mimpi tidak selalu seindah yang dibayangkan," katanya.
Baca juga : Peringati Hari Doa Nasional, Wamen Fajar: Pendidikan Jalan Memuliakan Manusia
Selain mengajak murid berani bermimpi, Fajar juga mendorong peserta didik memanfaatkan masa sekolah untuk melatih jiwa kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin bukan hanya mereka yang menduduki jabatan publik, tetapi siapa pun yang mampu menjadi teladan, menggerakkan perubahan, dan memberi manfaat bagi lingkungan.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), Fajar mengingatkan bahwa kemampuan akademik saja tidak lagi cukup. Empati, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta memahami perasaan orang lain menjadi keunggulan yang harus dimiliki manusia.
"Jangan sampai kita pandai menggunakan teknologi, tetapi kehilangan kemampuan berbicara, bermain, dan peduli kepada teman sendiri," tegasnya.
Ia menambahkan, pesan tersebut sejalan dengan semangat MPLS Ramah 2026 yang menempatkan MPLS sebagai ruang membangun kebersamaan, mengenali bakat dan minat, serta menyiapkan murid secara intelektual, sosial, dan emosional.
Baca juga : Wamen Fajar: SE Guru Non-ASN Bukan Untuk Hapus Honorer
Sementara itu, Kepala SMA Labschool Kebayoran Suparno menyampaikan kehadiran Wamendikdasmen menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi para murid baru.
Senada, Kepala BPS Labschool Totok Bintoro mengapresiasi pesan-pesan yang disampaikan Fajar karena dinilai memperkuat budaya belajar, kepemimpinan, dan pembentukan karakter di lingkungan sekolah.
Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 menegaskan MPLS dilaksanakan berdasarkan asas Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengenalkan potensi diri, warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan sekolah, dan dilarang memuat perpeloncoan, kekerasan, pungutan, maupun penggunaan atribut yang tidak edukatif.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya