Dark/Light Mode

Wakil Ketua DPRD DKI Minta BUMD Harus Jadi Penyumbang PAD

Selasa, 16 Juni 2026 10:35 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco. Foto: Dese Iswadi/RM
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco. Foto: Dese Iswadi/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta mulai fokus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BUMD juga diminta tidak terus bergantung pada suntikan Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Hal itu disampaikan Baco usai pembahasan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap sejumlah BUMD di Jakarta.

Menurut dia, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK tahun 2025 relatif tidak banyak dan sebagian besar sudah ditindaklanjuti. Namun, masih terdapat sejumlah temuan lama yang hingga kini belum terselesaikan.

Baca juga : Rupiah Dan IHSG kembali Menguat, Ketua DPD Apresiasi Peran Dasco

“Yang menjadi fokus itu rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Tahun 2025 rata-rata tidak terlalu banyak rekomendasinya dan sebagian sudah ditindaklanjuti. Yang menjadi momok justru temuan-temuan tahun lama yang belum juga diselesaikan,” ujar Basri Baco, Selasa (16/6/2026).

Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta itu mengatakan, salah satu persoalan yang masih membebani BUMD adalah piutang kepada pihak ketiga yang hingga kini belum tertagih.

Kondisi tersebut terus menjadi catatan dalam pemeriksaan dan berpotensi menjadi beban berkepanjangan bagi perusahaan daerah.

“Terutama piutang-piutang BUMD kepada pihak ketiga yang belum tertagih. Ini terus menjadi catatan dan akan menjadi beban bagi BUMD kalau tidak segera diselesaikan,” katanya.

Baca juga : PT Dairi Prima Mineral Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan AMDAL

Karena itu, Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta tersebut meminta adanya formula penyelesaian yang lebih komprehensif terhadap piutang-piutang macet tersebut dengan melibatkan BPK dan pihak terkait lainnya.

“Kami minta segera dicarikan formula dan dikonsultasikan dengan BPK maupun pihak hukum lainnya agar persoalan ini tidak terus menjadi duri dalam daging bagi BUMD,” tegasnya.

Baco juga menegaskan, sudah saatnya BUMD mengubah pola pikir dari sekadar mengandalkan PMD menjadi perusahaan daerah yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap APBD DKI Jakarta.

“BUMD harus sudah bisa menjadi bagian yang menyumbang PAD. Jangan berpikir terus mendapatkan PMD. Yang harus dilakukan sekarang adalah memaksimalkan aset-aset yang belum menghasilkan,” ujarnya.

Baca juga : Kuatkan Kepemimpinan DPRD, Kawal Agenda Strategis Jakarta Menuju Kota Global

Menurut dia, masih banyak aset milik BUMD yang belum dimanfaatkan secara optimal, baik berupa tanah, gedung, maupun aset lainnya yang masih terbengkalai dan belum produktif.

Aset-aset tersebut, kata dia, harus segera dikerjasamakan atau dikembangkan agar mampu menghasilkan pendapatan bagi perusahaan dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

“Ancol, Jakpro, Pasar Jaya, Sarana Jaya dan BUMD lainnya memiliki banyak aset. Ada tanah, gedung dan aset lainnya. Direksi serta komisaris harus cepat berpikir bagaimana aset-aset itu bisa menjadi pemasukan bagi perusahaan dan memberikan manfaat untuk APBD DKI Jakarta,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.