Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan rapat kerja online dengan DPR. Dalam kesempatan itu Erick melaporkan proyeksi perekonomian di tengah wabah corona.
Baca juga : Menteri Erick Tingkatkan Pelayanan Pasien di Wisma Atlet
Erick menjelaskan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan menyiapkan dua skenario terkait dampak corona ke perekonomian Indonesia. Yaitu berat dan sangat berat.
Baca juga : Perangi Covid-19, Iran Keluhkan Sanksi Ekonomi AS
"Dalam skenario berat, pertumbuhan ekonomi diramal hanya tumbuh 2,3 persen. Sedangkan, dalam skenario sangat berat, ekonomi tumbuh minus 0,4 persen," ujar Erick di Jakarta, Jumat (3/4). Padahal, dalam APBN menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.
Baca juga : Menteri BUMN Erick Thohir Dipastikan Bebas Corona
Dalam kesempatan itu, Erick juga mengatakan dalam skenario berat, rupiah diramal mencapai Rp 17.500. Kemudian, untuk skenario sangat berat sampai Rp 20.000. Selanjutnya, inflasi mencapai 3,9 persen dalam skenario berat dan 5,1 persen pada skenario sangat berat. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya