Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Panglima TNI Tegaskan Komitmen Dukung Target Swasembada Beras
Selasa, 21 Juli 2026 23:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan komitmen TNI mendukung target swasembada beras nasional melalui pendampingan intensif kepada petani.
Hingga semester pertama 2026, pendampingan TNI Angkatan Darat telah berkontribusi terhadap lebih dari separuh target produksi beras nasional tahun ini.
Hal itu disampaikan Panglima TNI saat melaporkan capaian program ketahanan pangan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Panen Raya Terintegrasi Tebu, Padi, dan Kedelai di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Agus menjelaskan, sejak Januari hingga Juni 2026, TNI AD mendampingi panen padi di lahan seluas 6,26 juta hektare dengan total produksi mencapai sekitar 19,2 juta ton beras.
Baca juga : Pengamat: Tata Kelola Batu Bara Dukung Keandalan Listrik Nasional
"Sejak Januari hingga Juni 2026, total luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026," ujar Agus.
Sementara itu, pada Juli 2026, TNI AD kembali mendampingi panen padi di lahan
seluas 479.659 hektare di berbagai daerah. Menurut Agus, pendampingan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI bersama pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.
"Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Baca juga : Cipayung Plus DKI Jakarta Dukung Muhammad Senanatha Pimpin PB SEMMI
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung sektor pertanian dan perikanan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat.
"Sudah enggak usah terlalu apa lah ini, prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung," kata Prabowo.
Menurut Presiden, kondisi Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dengan negara lain sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh komponen bangsa untuk mengatasi persoalan masyarakat.
"Ini Indonesia. TNI, Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Kalau di negara lain itu urusan kau," tegasnya.
Baca juga : Peringati Hari Anak Nasional, Pramono Komitmen Jadikan Jakarta Kota Ramah Anak
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas peran TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan.
Menurutnya, kedua institusi tersebut tidak hanya bertugas menjaga pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat.
"TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu," ujar Presiden.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap target swasembada pangan, khususnya beras, dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya