Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Copot 137 Kepala SPPG, Kepala BGN Wujudkan Zero Tolerance Keracunan MBG
Selasa, 4 Agustus 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bergerak cepat membenahi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Baru beberapa hari menjabat, pria yang akrab disapa Mas Dar itu, mencopot 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi mewujudkan target zero tolerance terhadap kasus keracunan dan penyimpangan dalam program unggulan pemerintah tersebut.
Mas Dar menegaskan, langkah tegas itu, dilakukan untuk menjaga kualitas pelaksanaan Program MBG sekaligus memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara disiplin di seluruh SPPG.
"Per hari ini, saya telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia," kata Mas Dar usai Rapat Pimpinan di Kantor BGN, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Baca juga : Nekat Lompat Ke Laut, Berenang Sampai 3 Jam
Mas Dar merinci, dari 137 Kepala SPPG yang dicopot, 49 orang berasal dari Jawa Barat, 26 di Lampung, 11 di Jawa Timur, 10 di Sumatera Utara, 10 di Banten, dan lima di Jawa Tengah. Menurutnya, pencopotan dilakukan terhadap Kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun memiliki rekam jejak yang bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) dan integritas pelaksanaan Program MBG.
"Yang lima itu termasuk yang kemarin dapurnya bikin keracunan di SMK Negeri 6 Semarang, Jawa Tengah," sambung Mas Dar.
Ia menegaskan, pencopotan merupakan bentuk penegakan disiplin organisasi terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Mulai dari kasus keracunan hingga penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.
Baca juga : Trump: Saya Tak Ingin Bunuh Orang
"Yang jelas kami zero tolerance terhadap keracunan, terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentit uang, dan lain-lain. Kami telah menyiapkan sistem mekanisme, trust is good, but control is better," tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, BGN kini mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital. Sistem itu memungkinkan seluruh proses operasional dapur dipantau secara lebih terukur dan sistematis.
Selain memperkuat pengawasan internal, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada publik melalui penyediaan informasi yang mudah diakses oleh orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah. "Salah satunya informasi anaknya diberi menu makan apa oleh negara hari ini, kemarin, besok, kandungan gizinya, dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa," beber Mas Dar.
Baca juga : Geledah 6 Lokasi, KPK Sita Emas, Moge & Uang
BGN juga menyiapkan portal pengaduan bagi mitra sebagai saluran resmi untuk menyampaikan berbagai kendala operasional secara cepat, transparan, dan objektif.
"Insya Allah kalau bisa satu-dua hari ini bisa jalan portal pengaduan bagi mitra. Sehingga mitra bisa cerita apakah ada perlakuan tidak adil, ada konflik dengan yayasan, atau konflik dengan kepala dapurnya," turutnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya