Dark/Light Mode

Copot 137 Kepala SPPG, Kepala BGN Wujudkan Zero Tolerance Keracunan MBG

Selasa, 4 Agustus 2026 07:50 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai Rapat Pimpinan di Kantor BGN, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto: Dok. BGN)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai Rapat Pimpinan di Kantor BGN, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto: Dok. BGN)

 Sebelumnya 
Portal tersebut juga dapat dimanfaatkan Kepala SPPG untuk melaporkan berbagai kendala yang memengaruhi penerapan standar keamanan pangan dan higiene. Termasuk jika fasilitas dapur belum memenuhi standar operasional. 

Kepala SPPG yang bertugas di dapur dengan fasilitas yang belum memadai juga diberikan hak mengajukan penambahan maupun perbaikan sarana kepada mitra demi menjaga higienitas dan memastikan SOP Program MBG berjalan dengan baik. 

Apabila usulan tersebut tidak ditindaklanjuti, Kepala SPPG diperbolehkan mengajukan perpindahan ke dapur lain untuk menghindari risiko terhadap keamanan pangan maupun tanggung jawab profesionalnya. 

Baca juga : Nekat Lompat Ke Laut, Berenang Sampai 3 Jam

Sejalan dengan itu, Mas Dar juga mengubah klasifikasi insiden keracunan dari semula "kejadian menonjol" menjadi "kejadian fatal" sebagai bagian dari penerapan prinsip zero tolerance. 

Menurutnya, setiap kasus yang mengancam keselamatan penerima manfaat harus diperlakukan sebagai persoalan yang sangat serius. "Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak bkita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Kami berharap ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan," harapnya. 

Sebagai konsekuensinya, BGN menerapkan prosedur penanganan yang lebih ketat. Setiap SPPG yang diduga menjadi sumber insiden keamanan pangan akan langsung dihentikan sementara operasionalnya untuk menjalani investigasi menyeluruh. 

Baca juga : Trump: Saya Tak Ingin Bunuh Orang

Pemeriksaan meliputi hasil laboratorium, penerapan standar higiene dan sanitasi, kepatuhan terhadap SOP, hingga evaluasi terhadap personel yang bertanggung jawab atas operasional dapur. 

"Setiap ada kasus keracunan, dapur langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi dan hasilnya menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya," jelas Mas Dar. 

Ia menegaskan, seluruh kebijakan tegas tersebut bukan semata-mata untuk memperketat pengawasan, melainkan sebagai instrumen memperbaiki tata kelola Program MBG secara menyeluruh. 

Baca juga : Geledah 6 Lokasi, KPK Sita Emas, Moge & Uang

"Jadi kami intinya bukan sok galak atau menekan, tetapi bagaimana setiap ketegasan kita diindahkan oleh semua pihak," pungkasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.